Begini Tren Pariwisata di Labuan Bajo Pasca Pandemi : Mongabay.co.identification

  • Sebagai tujuan wisata kelas atas selain buat meningkatkan infrastruktur pariwisata, Labuan Bajo juga dipanggil buat meningkatkan infrastruktur kesehatan yang terkait dengan pariwisata setelah pandemi COVID-19.
  • Tren pariwisata pasca-pandemi termasuk mMengharuskan tempat tujuan buat memiliki standar perawatan kesehatan yang tinggi, buat bepergian dalam kelompok kecil dan buat menghindari perjalanan bersama dengan orang lain dengan latar belakang yang tidak diketahui
  • Budaya baru akan muncul di industri pariwisata selam di Indonesia di mana kemungkinan layanan top rate tidak lagi tersedia, masing-masing tamu akan menyiapkan peralatan menyelam sendiri, mengangkut, menggunakan dan mencuci peralatan mereka sendiri
  • Pelampung Mooring di perairan Taman Nasional Komodo harus mendukung upaya konservasi ketika kapal wisata yang beroperasi di wilayah ini tidak perlu menjatuhkan jangkar dan merusak karang dan biota laut

Labuan Bajo ditemukan salah satu Tujuan wisata tremendous prioritas. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga telah menerbitkan edisi Perda3 2014 tentang Riparda.

Kedatangan wisatawan ke Manggarai Barat pada 2010 mencapai 41.000 kunjungan dan meningkat pada 2019 menjadi 187.128 kunjungan, atau hingga 355%.

“Wisatawan lokal meningkat 100 persen, turis domestik meningkat 20,677% dan turis asing meningkat 174% “, kata kepala kantor pariwisata dan budaya wilayah barat Manggarai, Gusti Rinus, dalam pernyataan yang diterima Rabu oleh Mongabay Indonesia (27 /5/ 2020).

Kunjungan wisata tertinggi, kata Gusti, yaitu di Pulau Rinca, Pulau Komodo, Batu Cermin, Gua Rangko dan hari ulang tahun Cunca. Pada 2014, rata-rata lama menginap 6,nine hari sementara di 2019 meningkat 0,04%.

PAD Kabupaten Manggarai Barat, jelasnya, sebesar Rp.17,four miliar pada tahun 2010 dan pada tahun 2019 meningkat menjadi Rp.169,nine miliar atau meningkat 874%. Dari general PAD, sektor pariwisata memberikan kontribusi 38%.

“Sektor pariwisata PAD pada 2010 mencapai Rp.2,three miliar, pada 2019 mencapai Rp40,57 miliar atau meningkat 20,478 persen, “jelasnya.

Pekerja industri pariwisata, Gusti beber, 40,412 orang pada tahun 2019, termasuk 45% wanita dan 55% pria. Sejauh ini, 106 pekerja telah di-PHK dikarenakan efek COVID-19.

Bunga bakung: Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo ditetapkan oleh presiden, apa yang harus diperbaiki?

Pemandangan sekelompok pulau di Taman Nasional Komodo (TNK) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT. Foto: Kusnanto / WWF Indonesia

Standar pelayanan kesehatan

DPC Asita Manggarai Barat, Servasius Irawan Budi Setiawan pada pertemuan zoom pada hari Sabtu (16 /5(2020) menjelaskan beberapa tantangan pariwisata di Manggarai barat setelah COVID-19 buat wisatawan asing dan kepulauan.

Servasius menjelaskan tren pariwisata pasca-pandemi, termasuk persyaratan destinasi buat memiliki standar perawatan kesehatan yang tinggi, buat bepergian dalam kelompok kecil dan buat menghindari bepergian dengan orang lain yang memiliki sejarah. tidak diketahui.

Sementara layanan infrastruktur kesehatan di Labuan Bajo merupakan tantangan bagi pemerintah kabupaten dan komunitas bisnis. Pemerintah daerah harus mampu meningkatkan tingkat pelayanan kesehatan medis.

Turis juga menyebutnya akan menghindari berbagi perjalanan dan domisili dan buble pariwisata sebuah tantangan bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia.

“Negara-negara yang sangat terpapar COVID-19 adalah sepuluh negara teratas kedatangan wisatawan ke Labuan Bajo. Industri pariwisata harus menerapkan layanan komersial berdasarkan standar COVID-19,” katanya. .

Servasius juga percaya bahwa tingkat kedatangan wisatawan menurun, sehingga pemerintah daerah harus mampu membuat peraturan terkait dengan rantai manfaat kunjungan wisatawan.

Misalnya, katanya, penjemputan dan pengiriman tamu dipercayakan kepada penyedia layanan transportasi darat, dll, sehingga manfaat pariwisata mampu dirasakan di semua tingkatan, besar dan kecil. .

baca juga: Untuk alasan konservasi, Pulau Komodo tetap terbuka dengan pembatasan wisatawan. Seperti itu?

Bangunan kapal pesiar di Dermaga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT. Foto: Ebed de Rosary / Mongabay Indonesia

Selama dua tahun ke depan, katanya, ada kemungkinan banyak wisatawan domestik akan datang ke Labuan Bajo di mana buble pariwisata adalah Jakarta. Ini terjadi, katanya, dikarenakan masih ada kelas menengah di Jakarta yang mampu mengisi jumlah minimal kunjungan ke Labuan Bajo.

“Turis asing akan berkurang dikarenakan ada beberapa alasan mengapa mereka akan mengunjungi negara yang bisa mengelola penyebaran virus. Layanan bisnis juga harus mengikuti protokol COVID-19,” katanya.

Servasius berharap bahwa akan ada diskusi dengan bisnis lokal buat mengurangi harga jual, buat menarik wisatawan buat mengunjungi Labuan Bajo. Adapun Asita, jelasnya, kemungkinan menjadi pemenang adalah biro perjalanan yang telah beroperasi sejak lama, yang memiliki jaringan luas dan citra merek yang baik.

Ini, katanya, akan menjadi tantangan bagi agen perjalanan pemula buat bersaing. Pemerintah juga melanjutkan, memiliki tugas buat menetapkan aturan hukum yang mengatur bagaimana pariwisata dilakukan di masa depan.

Mendukung konservasi

Rendra Hertiadi, Direktur Nasional Indonesia, Divers Alert Community (DAN), juga membahas berbagai tantangan pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat, khususnya di Labuan Bajo setelah pandemi dan adopsi. new commonplace.

Kapasitas kapasitas, mis. Kapasitas kapal atau kapasitas panggilan darat Rendra harus dikurangi sehingga jarak fisik buat tetap terjaga. Penting buat mendisinfeksi peralatan selam dan pusat penyelaman di mana hal ini dikatakan, merupakan tantangan bagi pusat selam dikarenakan ini akan menjadi beban tambahan.

Selain itu, lanjutnya, budaya baru akan muncul dalam industri pariwisata selam di Indonesia. Dia mencontohkan, kemungkinan layanan top rate sudah tidak ada lagi, dalam budaya baru industri selam, setiap tamu akan menyiapkan peralatan sendiri, membawa, menggunakan dan mencuci peralatan sendiri.

“Ini akan menjadi tantangan bagi wisatawan dari nusantara yang terbiasa dengan layanan tersebut. Ketersediaan pemerintah daerah Manggarai Barat buat mengatasi transmisi COVID-19 sangat diperlukan,” katanya.

baca juga: Demi konservasi dan pariwisata, Jokowi meminta agar Taman Nasional Komodo diorganisir, apakah akan dilakukan?

Kapal pesiar menjatuhkan jangkar di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, yang mampu merusak terumbu karang. Foto: Ebed de Rosary / Mongabay Indonesia

Pada pertemuan yang dihadirinya, kata Rendra, 90% peserta yang merupakan wisatawan dari kepulauan bertanya-tanya apakah daerah tujuan Manggarai Barat siap buat transmisi COVID dari 19 hingga 19.

CEO Spice Island Dive Lodge Ambon menambahkan bahwa para wisatawan juga ingin tahu bahwa operator selam siap beroperasi dengan protokol dan prosedur kesehatan yang tepat.

DAN tegas Akan kembali, akan melakukan segala yang mungkin sehingga protokol kesehatan mampu dihormati sehingga pariwisata selam mampu mulai lagi.

“Dibutuhkan komitmen semua operator selam buat mengikuti protokol kesehatan. Panduan tentang cara memulai bisnis wisata selam setelah pandemi dibuat oleh DAN dan telah diadaptasi oleh agensi”, dia menjelaskan.

Presiden Pariwisata Labuan Bajo dan Asosiasi Pengusaha Komersial Tirta dan Bahari (Gahawisri), Aprita Prima Yuda, meminta agar perpanjangan surat secara otomatis dari kapal dan penundaan biaya pengguna lokal dikenakan pada perusahaan dari sektor pariwisata.

Aprita juga berharap akan ada pembebasan pajak pada saat pandemi dan periode pengembalian bagi pengusaha di sektor pariwisata. Demikian juga, sarannya membuatnya mudah buat melakukan bisnis di Labuan Bajo, terutama yang berkaitan dengan lisensi bisnis, surat kapal, retribusi dan pajak.

“Sistem pembayaran buat tiket dan biaya buat pengunjung harus dilakukan secara on-line dan satu pintu. Pemerintah mampu bekerja dengan penyedia layanan yang ada seperti GoPay atau OVO, “sarannya.

Pelatihan profesional dan bersertifikat dari Aria membutuhkan penyelam buat mampu melakukan survei berkala terkait dengan kesehatan laut dan biota (karang, karang, ikan, dll.).

Ini sangat penting, katanya, dikarenakan Taman Nasional Komodo juga dikenal sebagai palsu satu situs menyelam terbaik di dunia. Selain itu, mooring pelampung di perairan taman nasional mampu mendukung upaya konservasi.

“Kapal wisata yang beroperasi di wilayah ini tidak perlu menjatuhkan jangkar dan merusak karang dan biota laut,” katanya.

Pemandangan karang dan biota laut di perairan Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT. Foto: Kusnanto / WWF Indonesia

Sebagai tujuan wisata kelas atas, hal-hal yang berkaitan dengan melindungi lingkungan, kata Aprita, sangat mendesak, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai (botol air minum, kantong plastik, dll). .).

Tidak hanya terbatas pada publikasi peraturan regional atau nasional yang relevan, ia bertanya, tetapi juga buat pendidikan dan sosialisasi masyarakat sekitar.

“Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pariwisata, keramahan dan penyediaan layanan. Pelatihan mampu diberikan dengan mengundang praktisi atau profesional, “sarannya.

Tiga langkah

Mengenai berbagai masalah yang perlu ditangani, Pemerintah Daerah Manggarai Barat, kata Gusti, akan fokus pada protokol kesehatan.

Kementerian Pariwisata dan Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo (BOP), katanya, telah menyiapkan three Langkah. Langkah pertama, katanya, adalah periode saat ini atau periode tanggap darurat.

Fase kedua, jelasnya, pada akhir Juni atau awal Juli hingga Desember 2020 yang merupakan fase pemulihan. Sementara dari Januari hingga Desember 2021, katanya, itu adalah tahap penataan ulang destinasi.

“Pemerintah daerah Manggarai Barat berharap tidak hanya Pemesanan on-line tetapi juga tiket on-line dikarenakan pemerintah daerah menandatangani nota kesepahaman dengan Financial institution NTT mengenai sistem tersebut tiket elektronik, “Jelasnya.

Pemerintah daerah Manggarai Barat juga menambahkan bahwa Gusti telah mengeluarkan keputusan bupati tentang pembebasan pajak resort dan restoran buat bulan Maret hingga Juni 2020.

Manta ray berenang di kolam ikan di dasar laut Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT. Foto: Kusnanto / WWF Indonesia

Gahawisri menambahkan Aprita, akan mengurangi kontak fisik dan menyediakan banyak layanan on-line. Juga mengatur protokol jarak jauh dan pengurangan kapasitas fisik.

Dia akan mendisinfeksi peralatan selam dan awak kapal akan menyiapkan peraturan kesehatan seperti masker, sarung tangan dan lainnya.

“Harus ada kesepakatan bersama buat menyetujui protokol, dan jika itu mampu ditetapkan sebagai peraturan daerah,” sarannya.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *