Fase AKB Tempat Wisata di Jawa Barat Dibuka Kembali

KOTA CIREBON, SC- Adaptasi Kebiasana Baru (IMR) dilakukan buat pemulihan ekonomi di Jawa Barat termasuk pemulihan di bidang pariwisata. Dari Juni hingga Desember, pemulihan ekonomi di sektor pariwisata berlangsung di Jawa Barat.

Hal ini diteruskan oleh kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik ke Suara Cirebon setelah mengadakan rapat divisi keselamatan dan penanganan tim satuan tugas Covid- 19 di provinsi Jawa Barat, di ruang Adipura Kencana pada hari Rabu (3/6/ 2020).

“Implementasi AKB harus dipercepat di bidang pariwisata, diperkirakan mulai Juni hingga Desember kita akan mempercepat ekonomi pariwisata,” katanya.

BACA JUGA: Sejumlah tempat wisata dan hotel di Cirebon ditutup

Selain itu, pada Januari 2021, fase pariwisata yang commonplace di Jawa Barat akan dimulai. Saat ini, lanjut Taufik, 15 kabupaten dan kota di Jawa Barat telah memasuki zona biru.

“12 kabupaten dan kota masih berada di zona kuning. Menurut aturan gubernur Jawa Barat, mereka yang berada di zona biru berwenang buat melakukan IMT tetapi terus mencegah penyebaran Covid-19”, sebuah dia menyatakan.

Protokol kesehatan telah dikatakan sebagai kunci buat mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon atau bagian lain di Jawa Barat. Pada fase IMR, saatnya buat meningkatkan produktivitas tetapi tetap berhati-hati, sehingga tidak ada lagi penyebaran besar Covid-19.

Hal yang sama juga disampaikan oleh wakil walikota Cirebon Dra. Hj. Eti Herawati dalam fase ini AKB belum mengimplementasikan protokol kesehatan Covid-19. “Protokol kesehatan preventif Covid-19 harus selalu diterapkan ya dengan mengenakan masker, sering mencuci tangan, mengadopsi gaya hidup sehat dan bersih,” katanya.

BACA JUGA: Obyek wisata Majalengka ditutup sementara

Sebagai layanan yang menampung budaya dan pariwisata, Eti meminta Dewan Kota Cirebon buat melakukan sosialisasi AKB ini di sejumlah tempat wisata.

“Terus disosialisasikan, tidak hanya harus tempat wisata dari restoran dan resort yang sudah sebagian terbuka, juga disosialisasikan,” kata Eti. (M Surya)

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *