Kabupaten Garut Mulai Lakukan Adaptasi Kebiasaan Baru, Mal Sudah Dibuka, Tempat Wisata Pekan Depan


BANDUNG,(PRFM) – Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Ricky Rizki Darajat mengatakan hingga hari ini, Kamis (4/6/2020) overall kasus covid-19 di Kabupaten Garut yang terkonfirmasi mencapai 17 kasus. Dari 17 kasus tersebut, nine kasus diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Sementara buat kasus yang kini masih menjalani perawatan sebanyak 6 kasus, dan 2 lainnya meninggal dunia.

Terkait dengan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), kata Ricky, kini kasusnya terus berkurang dari hari ke harinya. Sehingga diharapkan kurva penyebaran covid-19 di Garut dapat segera menurun dan melandai dan dapat segera menerapkan commonplace baru atau new commonplace.

Baca Juga: Para Pedagang Pasar Berharap PSBB Jabar Tak Lagi Diperpanjang

“Kami berharap di Kabupaten Garut ini segara ada kurva yang menurun,” kata Ricky saat on air di Radio PRFM 107.five Information Channel, Kamis (4/6/2020).

Di Garut, hingga saat ini masih diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun demikian, PSBB di Garut ini dilakukan secara parsial hanya di satu kecamatan, yakni di kecamatan Selaawi.

Kecamatan Selaawi ini menerapkan PSBB, jelas Ricky, sebab terdapat penemuan tiga kasus terakhir takni kasus ke 15, 16 dan 17 yang merupakan satu keluarga.

Baca Juga: Tinjau Kesiapan PT KAI Hadapi AKB Transportasi, Ridwan Kamil : Sudah Sangat Baik

“Jadi buat sebagian besar di Kabupaten Garut kita masih melakukan pembatasan oleh TNI, Polri, pemerintah daerah juga, dan kita tidak melakukan PSBB di seluruh 14 kecamatan tapi hanya di satu kecamatan saja,” kata Ricky.

Di daerah perbatasan, penyekatan masih diberlakukan. Sehingga warga yang akan masuk dan keluar Garut masih diperiksa.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *