Wisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren, Ini Tiga Hal yang Harus Dipersiapkan

Suara.com – Sebagai sektor yang paling terpengaruh oleh pandemi Covid-19, mereka yang berada di sektor pariwisata telah mulai bersiap buat peluang pariwisata berkelanjutan atau pariwisata berkelanjutan yang diprediksi akan menjadi tren pasca pandemi.

Koalisi Travalyst, kemitraan world yang diprakarsai oleh Duke of Sussex dengan perusahaan terkemuka termasuk Pemesanan[dot]com, merencanakan beberapa opsi di bidang pariwisata agar cepat pulih. Apa pun?

1. Pilihan tempat tinggal

Sebanyak 98 persen turis Indonesia mengatakan bahwa mereka berencana buat tinggal di akomodasi ramah lingkungan pada tahun 2020.

Dari 78 persen turis Indonesia yang telah tinggal di akomodasi ramah lingkungan, 51 persen melakukannya buat menolong mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.

Buat meyakinkan 2 persen wisatawan yang belum tertarik buat memilih akomodasi ramah lingkungan, hal itu bisa dilakukan dengan secara konsisten menunjukkan sistem yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang bisa menginspirasi orang lain buat bepergian.

Dengan opsi ini, 75 persen wisatawan mengakui bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam memilih akomodasi jika tempat tersebut memiliki gambar label lingkungan.

2. Perhatian wisatawan

Sebanyak 41 persen wisatawan Indonesia mengakui bahwa mereka akan didorong buat memilih opsi pariwisata berkelanjutan jika perusahaan perjalanan menawarkan destinasi alternatif yang bisa mengurangi keramaian.

Wisatawan juga mempertimbangkan moda transportasi alternatif buat mencapai tujuan, dengan 34 persen memilih buat melakukan perjalanan jarak jauh dengan kereta api daripada mobil buat mengurangi jejak karbon mereka.

Ketika tiba saatnya buat melakukan perjalanan lagi, temuan ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan bahwa wisatawan akan terus memilih opsi yang lebih bijaksana, seperti pergi ke tujuan yang jarang dikunjungi dan memilih moda transportasi alternatif buat mencapai tujuan mereka.

3. Upaya plastik free of charge

Upaya menuju akomodasi yang bebas plastik dan mendorong di seluruh dunia buat mengurangi jumlah penggunaan plastik sekali pakai adalah tujuan utama wisatawan dunia di masa depan.

Mengenai istilah ‘pariwisata dan perjalanan berkelanjutan,’ 12 persen wisatawan mengaitkan istilah ini dengan mengurangi limbah atau plastik daur ulang.

Sebanyak 48 persen turis Indonesia mengatakan bahwa mereka membawa air botolan sendiri alih-alih membeli air botolan ketika mengunjungi tujuan selama setahun terakhir.

Sementara itu, 56 persen mengatakan bahwa mereka merasa frustrasi ketika akomodasi melarang mereka melakukan upaya berkelanjutan pada saat itu.

Temuan ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan pada 20.432 responden di 22 wilayah, yaitu Brasil, Meksiko, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Inggris, Belanda, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Israel, Jepang, Cina, Taiwan, Korea Selatan , Indonesia, India, Mesir, Maroko, Kenya, dan Afrika Selatan.

Responden yang mengambil survei adalah mereka yang berusia 18 tahun ke atas, telah melakukan perjalanan setidaknya sekali dalam 12 bulan terakhir, dan juga orang-orang yang membuat keputusan atau berpartisipasi dalam membuat keputusan dalam perjalanan mereka. Survei ini dilakukan secara on-line pada bulan Maret 2020.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *