Masih PSBB, Pemkab Purwakarta Ingatkan Pengelola Wisata Taati Aturan

PURWAKARTA, TINTAHIJAU.com – Pemerintah Kabupaten Purwakarta memastikan bahwa daerah belum menerapkannya new standard atau Adaptasi kebiasaan baru (IMR) buat mengatasi COVID-19.

Sebab Purwakarta masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 12 Juni 2020.

Ketua Covid-19 Satuan Tugas Koordinasi buat Percepatan Koordinasi Kabupaten Purwakarta, Iyus Permana, mengatakan bahwa dengan kondisi ini, pihak menyerukan tujuan wisata tidak buat membuka terlebih dahulu . Sebab, lanjutnya, pelonggaran pembatasan buat sektor pariwisata harus berdasarkan izin dari Kementerian Kesehatan.

BERITA LAINNYA:

Salute the New Normal, Subang Mulai Hotel dan Restoran Horses

Selain sekat jalur wisata Majalengka, polisi juga membubarkan pelancong

Para pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif Subang menerima bantuan dari Kemenparekraf

“Hari ini Purwakarta masih dalam posisi PSBB sampai 12 Juni buat new standard kami masih menunggu keputusan Kementerian Kesehatan, “kata Iyus, juga sekretaris daerah buat Purwakarta, yang dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu6/6/ 2020).

Dia menjelaskan, seperti yang ditunjukkan dalam surat edaran, nomor: 433.1/ 1581 / Disporabudpar, mengenai peningkatan kesadaran akan penyebaran virus Corona (Covid-19), di sektor jasa bisnis pariwisata.

“Di SE, dikatakan bahwa semua tujuan wisata di wilayah Purwakarta tidak boleh menerima pengunjung sampai akhir PSBB Provinsi Jawa Barat, yaitu 12 Juni 2020,” kata Iyus.

Iyus mengatakan dia bertemu dengan sejumlah pengusaha pariwisata buat memastikan dia siap menghadapi new standard.

Dia juga menyarankan bahwa tempat-tempat wisata mampu meningkatkan jumlah tempat buat mencuci tangan dan membatasi kunjungan pada saat IMR diberlakukan.

“Pariwisata siap buat domisili, ini bukan sinyal ketika datang dari Kementerian Kesehatan. Kami meminta pengusaha pariwisata buat meningkatkan jumlah sumur dan menegakkan batas kunjungan,” kata Iyus. .

Selain tujuan wisata, katanya, sektor layanan makanan, seperti kafe dan restoran, didorong buat menerapkan protokol kesehatan buat mencegah penyebaran Covid-19.

“Para manajer kafe dan restoran harus membatasi jumlah kunjungan oleh pembeli, 50% dari house tempat makan yang tersedia. Sebab itu sistem harus bergiliran bagi mereka yang makan di tempat,” jelasnya.

Sementara buat pengelolaan tempat-tempat hiburan dan reaksi, seperti ruang karaoke keluarga, bioskop dan zona waktu, Iyus juga mengimbau, agar tidak menerima pengunjung sampai pengumuman baru diizinkan.

“Buat ruang karaoke keluarga, bioskop atau zona waktu, kami mendesak Anda buat tidak menerima tamu buat saat ini, sampai pengumuman dibuka lagi,” kata Iyus.

IKUTI DIUNDANG:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
Surel: Alamat electronic mail ini dilindungi dari unsolicited mail. Anda perlu mengaktifkan JavaScript buat melihatnya.

.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *