AKB di Sumedang Berjalan 6 Hari, Bupati Kaji Pembukaan Objek Wisata

Laporan dari Reporter Jabar Tribune, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Penerapan fase new standard atau adaptasi kebiasaan baru (IMR) di wilayah Régence Sumedang, kebanyakan AKB di tempat-tempat ibadah dan pasar, dia sekarang memasuki hidupnya, 6 tepatnya pada hari Minggu (7/6/ 2020).

Setelah AKB di tempat-tempat ibadah dan pasar, pemerintah kabupaten Sumedang rencananya akan membuka nomor objek wisata dan tempat umum lainnya di nine Juni 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir katakanlah, khusus buat membuka objek wisata kapan AKB, partainya akan melakukan studi terlebih dahulu dikarenakan dalam hal ini harus beradaptasi dengan aturan provinsi.

“Rencana kita, objek wisata juga dimulai (terbuka) nine Juni hanya akan ada studi khusus. “Ini akan berlanjut dengan pembukaan alun-alun pada 21 Juni,” katanya. Dony Ahmad Munir baru saja.

Sebelumnya, Kantor Distrik buat Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumedang membentuk tim buat memantau semuanya objek wisata yang dibuka saat menerapkan adaptasi kebiasaan baru (IMR).

Alasannya, oleh objek wisata yang terbuka saat AKB, harus menerapkan protokol kesehatan, mulai dari menyiapkan tempat buat mencuci tangan, menyemprotkan desinfektan, pembatasan jumlah pengunjung dan pembatasan jam operasi.

Kepala Disbudparpora Kabupaten Sumedang, Hari Trisantosa mengatakan, selain membentuk tim, ia juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan polisi buat menindaklanjutinya.

“Mereka harus menjaga dan mengantisipasi penyebaran Covid-19. Ini adalah tanggung jawab bersama setelah pemerintah berani membuka objek wisata,” katanya.

Bahkan, katanya, sang manajer objek wisata juga harus membuat pernyataan, bahwa mereka harus menerapkan SOP buat protokol kesehatan yang ditetapkan, termasuk pembatasan jumlah pengunjung.

Dia mengatakan bahwa batasan teknis pengunjung hingga 50% kemudian, tim pengawasan dan Satuan Tugas Covid-19 akan melarang pengunjung masuk jika kondisi wisata terpenuhi.

“Jika ada pengunjung yang dikelompokkan, mereka akan diingatkan buat menjaga jarak dan tim juga harus bisa menghitung kapasitas, jika penuh, itu harus dihentikan,” kata Hari.

Ternyata pembakar seorang ibu rumah tangga di Cianjur adalah saudara kandungnya, inilah alasannya

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *