“Bajalan”, Aplikasi Wisata Karya Muda Mudi Papua

Jika kita mendengar tentang pariwisata di negara Papua, hal yang paling umum adalah Raja Ampat. Meskipun masih ada banyak potensi wisata di Papua, seperti di Kaimana, Biak dan Sorong.

Inilah yang membuatnya lima anak muda dari kota Serui, Kab. Kepulauan Yapen, di provinsi Papua, meluncurkan aplikasi “Bajalan”. CEO Bajalan Aksamina Woisiri mengatakan aplikasi ini menggabungkan fitur pariwisata dan e-commerce.

“Fungsionalitas aplikasi adalah semua yang dibutuhkan wisatawan. Disebabkan apa yang ingin aku jual adalah bagaimana aku memperkenalkan potensi wisata di Papua, Papua Barat, dan Indonesia yang tidak di tempat lain tidak dieksplorasi dengan baik, “katanya dalam percakapan dengan VOA.

Tim Bajalan berbasis di Kota Serui. Dari kiri ke kanan: Marfin Raubaba (fotografer), Marsel Kurni (grafis), Valdo Arera (pemasaran) dan Ben Kirihio (pengembang aplikasi). (Courtesy: Aksamina Woisiri / Bajalan)

Tim Bajalan berbasis di Kota Serui. Dari kiri ke kanan: Marfin Raubaba (fotografer), Marsel Kurni (grafis), Valdo Arera (pemasaran) dan Ben Kirihio (pengembang aplikasi). (Courtesy: Aksamina Woisiri / Bajalan)

Aplikasi Android ini menyediakan informasi terverifikasi tentang perjalanan, akomodasi, transportasi, memasak, berbelanja, dan layanan. Sejak diluncurkan Maret lalu, aplikasi ini telah mendapat respons positif. Aksa mengatakan bahwa saat ini “Bajalan” terus mengidentifikasi calon mitra di beberapa kota.

“Jadi teman-teman yang punya bisnis kuliner, perumahan atau yang punya jasa. Buat pengembangan ekstensi komersial, aku mulai membentuk tim di Jayapura dan Biak,” tambah Aksa, yang kini domisili di Sorong , di Papua Barat.

Meskipun studinya ekonomi, Aksa menjadi tertarik pada dunia teknologi informasi (TI) ketika dia bekerja di sebuah perusahaan di Sorong buat three tahun. “Di sana, aku menjadi manajer pemasaran, aku juga menolong memimpin tim di dalam. Daku mendapat pengalaman dari sana. Daku juga suka lebih banyak hasrat buat IT, maka aku suka media sosial, grafik. Tapi aku masih di bawah komputasi aku sendiri, “tambahnya.

CEO Bajalan Aksamina Woisiri belajar ekonomi tetapi menjadi tertarik pada dunia teknologi informasi (TI). (Courtesy: Aksamina Woisiri / Bajalan)

CEO Bajalan Aksamina Woisiri belajar ekonomi tetapi menjadi tertarik pada dunia teknologi informasi (TI). (Courtesy: Aksamina Woisiri / Bajalan)

Wanita berusia 27 tahun itu juga memutuskan buat memulai bisnisnya sendiri. Daku akan menggantung four rekan pendiri yang semuanya laki-laki. Mereka adalah Ben Kirihio (pengembang aplikasi), Marsel Kurni (antarmuka pengguna / desain grafis), Marfin Raubaba (fotografer) dan Valdo Arera (hubungan masyarakat dan pemasaran). Sementara Aksa, yang mempelajari manajemen bisnis, memimpin tim.

Bajalan meminta perhatian pemerintah

Memulai bisnis virtual di Tanah, Papua tidak mudah, kata Aksa. Orang Papua belum tahu aplikasi virtual. “Masih ada orang yang tidak mengerti teknologi, yang tidak tahu bagaimana menggunakan uang virtual. Disebabkan kami fokus pada pemberdayaan masyarakat Papua serta dalam teknologi dan teknologi informasi (TI) “, tambahnya.

Aplikasi Bajalan sudah tua three Bulan ini, kata Aksa, dimulai tanpa modal besar. Buat alasan ini, ia berharap bahwa pemerintah, baik regional maupun pusat, akan memberikan bantuan modal. Dukungan juga mampu menjadi program kerjasama wisata.

“Jadi mereka adalah mitra kerja mereka dan mereka mendukung kami. Mereka percaya bahwa kami terus bekerja dengan kami, aku sangat berharap,” pungkas perempuan berusia 27 tahun itu.

Bajalan menarik perhatian pemerintah daerah, bertemu dengan pejabat kabupaten. Kepulauan Yapen, Sonny Woria. (foto: sopan santun)

Bajalan menarik perhatian pemerintah daerah, bertemu dengan pejabat kabupaten. Kepulauan Yapen, Sonny Woria. (foto: sopan santun)

Perjalanan Bajalan memang baru saja dimulai. Namun Aksa berharap inisiatifnya mampu menolong mempromosikan pariwisata di tanah kelahirannya. “Berkat pariwisata Bajalan ini mampu diterbitkan, mampu diketahui semua orang di Papua, Indonesia dan bahkan di luar negeri. Ini harapan aku, bahwa memang langit ada di Papua.

Indonesia memulai kata-kata Get started Up di Papua

Selain berbagai inisiatif independen seperti Bajalan, pemerintah Indonesia telah mulai memperhatikan virtual start-up di Papua. Pada Oktober 2019, Presiden Joko Widodo mengumumkan pembangunan Hub Kreatif Pemuda Papua di Kota Jayapura.

Pusat inkubasi bisnis menawarkan program boarding dan pengembangan bisnis virtual. Pusat pengembangan akan dijalankan oleh anak muda Papua di bawah naungan PT Papua Muda Inspiratif.

Inisiatif ini kemudian dikritik disebabkan patronase terkemuka, mengingat bahwa PT Papua Muda Inspiratif adalah upaya yang dipimpin oleh staf khusus Presiden Billy Mambrasar.

Meskipun demikian, Billy terus mengembangkan start-up. Pada bulan Februari 2020, ia mempresentasikan 24 perusahaan baru dan UKM Papua buat sekitar 100 perusahaan multinasional dari Amerika Serikat, Australia, Cina dan Eropa. [rt/em]

.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *