Bali Incar Wisatawan dari three Negara Asia Ini di Masa New Standard

TEMPO.CO, Jakarta – Industri pariwisata di Indonesia Bali goal bisa menarik wisatawan dari negara-negara tetangga seperti Thailand, Myanmar dan Vietnam, keduanya new commonplace. Saat itu, pariwisata di Bali dinyatakan siap dibuka di pasar internasional.

Sekretaris Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia atau ASITA Bali, I Putu Winastra, mengatakan bahwa industri dan semua pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Bali sedang bersiap menghadapi new commonplace dengan menerapkan protokol kebersihan, kesehatan dan keselamatan.

“Protokol akan diterapkan ke semua sektor pariwisata, termasuk transportasi, akomodasi, restoran, dan semua atraksi,” kata Winastra dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu. 6 Juni 2020. Protokol dikembangkan berdasarkan “perjalanan pelanggan” yang difokuskan tiga hal-hal, yaitu kebersihan, kesehatan dan keselamatan.

Panduan ini mengasumsikan bahwa wisatawan harus menyiapkan berbagai persyaratan yang dipenuhi sebelum berangkat ke Bali, seperti deklarasi Covid-19 free of charge, rencana perjalanan, tanggal kedatangan, dan dokumen lain yang diperlukan oleh pemerintah. Protokol juga ketika wisatawan tiba di bandara, selama kegiatan wisatawan buat kembali ke bandara buat penerbangan kembali ke negara asal mereka.

Mengenai segmentasi pasar, kata Winastra, negara-negara terdekat seperti Thailand, Myanmar dan Vietnam mampu menjadi pilar buat mendukung pariwisata di Bali ketika kemudian dibuka buat pasar internasional. “Pada awalnya, fokusnya adalah pada pasar domestik. Tetapi ketika pasar internasional dibuka, kami mengharapkan kedatangan wisatawan “Negara-negara tetangga seperti Thailand, Myanmar dan Vietnam,” katanya.

Nia Niscaya, Asisten Pemasaran di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif – Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf – Baparekraf), mengatakan penting buat menjaga kepercayaan terhadap citra pasar internasional pariwisata di Indonesia. Cara buat melakukan ini adalah dengan mempresentasikan kebijakan dan informasi terbaru tentang tujuan wisata di Indonesia dan buat memfasilitasi industri pariwisata Thailand, Vietnam dan Myanmar dengan Indonesia buat menjaga hubungan kerja sama dalam berurusan dengan ‘memesan new commonplace pariwisata.

“Indonesia perlu menyediakan” pembaruan produk “buat industri pariwisata di Thailand dan Indocina mengenai apa yang telah dilakukan oleh Indonesia buat mempersiapkan tujuan wisata buat menyambut kunjungan wisatawan lagi orang asing, “kata Nia. Kementerian Pariwisata, menurut dia, telah menyiapkan pedoman buat semua pemangku kepentingan pariwisata dalam program Kebersihan, Kesehatan dan Keselamatan atau CHS.

“Kami berharap para pelaku industri pariwisata di Thailand, Vietnam dan Myanmar akan memiliki gagasan tentang implementasi protokol tersebut new commonplace”Dalam hal ini, protokol CHS di Indonesia, terutama di Bali,” kata Nia Niscaya. Citra adalah informasi penting bagi wisatawan dan mempengaruhi penjualan produk pariwisata Indonesia di masa depan.

.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *