Mirip Atlantis, Ini Musem Bawah Laut Australia

TNews, TOUR – Museum ini tidak hanya di daratan, tetapi juga di bawah laut, misalnya seperti museum bawah laut Australia yang mirip dalam movie Atlantis.

Seorang pelancong movie fiksi ilmiah pasti telah menonton movie Atlantis yang hilang. Jika Anda ingin merasakan suasana serupa, Museum Seni Bawah Air (MOUA) di Australia bisa menjadi pilihan.

Terlihat dari situs internet resmi Sabtu (Sabtu)6/6/ 2020), museum dengan konsep bawah laut ini terletak di kawasan Nice Barrier Reef yang cukup populer. Buat melakukan ini, seorang musafir harus terlebih dahulu melakukan perjalanan dengan kapal dua jam perjalanan dari Townsville.

Seperti yang kita ketahui, Museum Seni Bawah Air (MOUA) dirancang oleh seorang seniman bernama Jason deCaires Taylor. Pria yang awalnya datang ke Australia buat menjadi instruktur menyelam juga seorang seniman dan aktivis lingkungan.

Cintanya pada laut dan alam tumpah ke museum. Salah satu Karyanya yang cukup fenomenal adalah patung di atas air yang mampu berubah warna tergantung dari suhu lautan. Seperti kita ketahui, patung itu juga karya nyata perubahan iklim.

“Aku ingin menunjukkan kepada semua orang apa yang terjadi pada terumbu karang di lingkungan kita. Jadi aku menghubungkan penghalang terumbu dan masyarakat,” kata Taylor.

Namun salah satu pekerjaan terbaiknya adalah instalasi yang disebut “Coral Greenhouse” yang berada di bawah air. Itu selesai pada Desember 2019, dan rencana panggilan buat fasilitas buat membuka bulan ini. Hanya saja, korona mengulangi pembukaan.

Seperti rumah kaca segitiga, instalasi besar berisi sejumlah patung siswa memeriksa terumbu karang. Selain itu, pemasangan juga dilakukan buat memecah ombak.

“Ketika kita berbicara tentang terumbu karang, kita berbicara tentang apa yang kita tinggalkan di belakang generasi muda,” kata Taylor.

Misinya yang hebat, Taylor ingin mentransmisikan hasrat dan pemahaman tentang laut dan lingkungannya kepada generasi mendatang. Awalnya, orang lebih peduli tentang laut.

Selain daya tarik wisatawan, Museum Taylor juga merupakan laboratorium pada saat yang sama. Tingkat kadar air, tingkat oksigen, dan hewan bawah laut di sekitarnya juga terus dipantau. Kamera pengintai diposisikan buat memantau terumbu karang.

Selain itu, pemasangan instalasi artistik di bawah laut bukanlah tugas yang mudah. Ada 500 potong baja yang terbagi menjadi five bagian dan dirakit secara terpisah di bawah laut. Sempurna, overall berat telah mencapai 64 ton.

“Ini adalah instalasi terberat yang pernah aku lakukan,” kata Taylor.

Seperti yang kita ketahui, proyek ini menjadi karya kedua Taylor buat Museum Seni Bawah Air (MOUA). Di masa depan, dua fasilitas masa depan akan dipasang secara terpisah di bagian lain Pulau Palm, Queensland. Semoga museum ini mampu menjadi objek wisata.

Sementara itu, Taylor juga merupakan sosok di balik sejumlah museum bawah laut lainnya di seluruh dunia. Contohnya seperti “Vicissitudes” di Grenada, Spanyol, Museo Subacu├ítico de Arte di Bahama dan lain-lain.

Sumber: Detik.com

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *