Menjaga Surga Benda Bersejarah di Perairan Laut Indonesia : Mongabay.co.identity

  • Perairan teritorial Indonesia selalu dikenal sebagai rute yang dipilih buat kapal-kapal yang membawa perdagangan dan misi lainnya dari seluruh dunia. Selama periode eksplorasi, beberapa kapal tenggelam di perairan Indonesia setelah kecelakaan
  • Dari 463 lokasi muatan kapal karam (BMKT) di Indonesia, perairan laut Bangka Belitung termasuk yang paling diperhitungkan disebabkan dianggap sebagai rute kapal utama dan pilihan kapal di masa lalu.
  • Dengan banyak poin BMKT, Bangka Belitung juga merupakan daerah yang rentan terhadap kegiatan kencan BMKT ilegal. Selain itu, CFF juga telah berhasil menemukan objek BMKT yang baru-baru ini diduga ada di perairan ini.
  • Di sisi lain, penggunaan BMKT sejauh ini masih sangat sedikit dipraktikkan oleh Indonesia. Dari 463 poin, hanya 20% yang diverifikasi three Persentase sudah dieksplorasi. Penyebab utamanya adalah masih rendahnya penggunaan, disebabkan biaya rapat tetap sangat mahal buat saat ini

Daerah maritim provinsi Bangka Belitung di masa lalu dikenal sebagai rute utama kepulauan buat pengangkutan kapal dan barang komersial. Pada rute ini, banyak kapal dari berbagai negara di dunia mengangkut barang buat dijual di negara tujuan mereka, termasuk Indonesia.

Sebagai rute utama kepulauan, kapal selalu melakukan perjalanan setiap saat dan sedikit dari mereka mengalami kecelakaan disebabkan banyak faktor. Kapal yang jatuh kemudian kandas dan tenggelam di perairan ini.

Bukti bahwa sebuah kapal tenggelam masih bisa dilihat hari ini di perairan ini. Pemerintah Indonesia mendukung semua bukti warisan sejarah saat ini. Penahanan diberikan oleh Komite Nasional buat Penenggelaman Barang (BMKT Pannas).

Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP KKP), yang bertanggung jawab buat mengawasi BMKT, terus berupaya buat mengamankan semua BMKT terbesar yang diketahui di perairan Indonesia. . Salah satunya di Bangka Belitung.

Suka salah satu Seorang anggota BMKT Pannas, manajemen umum PSDKP bekerja sama dengan manajemen umum pengelolaan ruang laut (PRL) KKP buat melakukan pengawasan semua BMKT di perairan Indonesia. Salah satu upaya ini dilakukan baru-baru ini selama pengawasan desa Kurau, di kabupaten Bangka tengah.

“Ada beberapa kategori objek yang dicurigai sebagai BMKT, yang diidentifikasi selama investigasi lapangan bersama. Diantaranya adalah fragmen keramik, logam mulia dan besi,” normal supervisor KKP PSDKP, Tb Haeru Rahayu.

Bunga bakung: Berapa banyak harta yang ada di perairan Indonesia sekarang?

Beberapa kapal kargo karam (BMKT) dari kapal karam di perairan Bangka Belitung ditemukan oleh CFF. Foto: KKP

Meski ada hasil identifikasi, dia mengaku masih belum tahu persis berapa detailnya. Hanya saja benda yang ditemukan diketahui tersebar di sepanjang pantai di desa Kurai dengan luas hingga 20 meter.

Beberapa benda ditemukan di situs itu, termasuk pecahan keramik, logam mulia, besi, toples besar, mangkuk berwarna dengan diameter kurang dari 50 sentimeter, kunci dan log besar.

“Kami meminta benda-benda ini dibuat aman, mengingat lokasinya cukup dekat dengan space publik, dan buat mengantisipasi kerusakan yang oleh sebab oleh faktor alam,” katanya.

Nilai historis

Mempertimbangkan bahwa pandemi COVID-19 sedang terjadi dan telah mengganggu banyak kegiatan, Haeru Rahayu telah melibatkan banyak pihak buat menolong melindungi semua BMKT di Indonesia. Setelah pandemi berakhir, ia berjanji akan melibatkan banyak pihak lain buat mempelajari penemuan benda BMKT dari Bangka Belitung.

Dengan mempelajari semua objek ini, ia akan mengetahui nilai sejarah dan sains, atau potensi ekonominya. Selain itu, dengan mempelajari secara lebih rinci, Anda akan belajar tentang sejarah perdagangan, masyarakat, budaya, dan peran Kepulauan Pasifik di masa lalu.

Pada kesempatan lain, direktur pengawasan pengelolaan sumber daya laut KKP, Matheus Eko Rudianto, menyatakan bahwa pemantauan yang dilakukan di desa Kurau telah dilakukan setelah menerima laporan resmi kelompok botani buat proyek lingkungan .

Menurutnya, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi besar buat peninggalan BMKT. Menurut penelitian oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2000, setidaknya ada 463 situs BMKT yang tersebar di perairan. Dari jumlah ini, kita tahu bahwa hanya 20% yang berhasil diverifikasi dan three yang persentasenya sedang dipelajari.

baca juga: Perairan Indonesia, surga harta dunia?

Salah satu kargo kapal karam (BMKT) diambil dari kapal yang tenggelam di perairan Bangka Belitung yang ditemukan oleh KKP. Foto: KKP

Sementara itu, direktur jenderal KKP PRL Aryo Hanggono mengatakan setelah mengamati langsung di tanah dan menemukan benda-benda yang diyakini merupakan bagian dari BMKT, KKP berkonsultasi dengan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sehingga proses identifikasi yang lebih rinci bisa dilakukan.

“Harapan kami, narasi sejarah benda-benda ini bisa menambah pengetahuan dan menjadi daya tarik buat mendukung pengembangan wisata bahari di tempat-tempat ini,” katanya.

Staf ahli Menteri Koordinasi Urusan Maritim dan Investasi, Tukul Rameyo, menambahkan bahwa pembentukan Pannas BMKT diciptakan pada tahun 1989 dengan tujuan melindungi dan mengelola keberadaan BMKT dengan potensi yang sangat besar. di perairan Indonesia.

Setelah pembentukan Pannas BMKT, 11 tahun kemudian, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang No. 11/2010 tentang warisan budaya. Dengan peraturan ini, penggunaan dan pengelolaan peninggalan BMKT dari kapal yang jatuh di perairan Indonesia harus ditingkatkan.

Selain tempat wisata bersejarah, keberadaan BMBKT di bawah perairan Indonesia juga bisa menjadi bagian dari pandangan laut buat semua lapisan masyarakat Indonesia. Selain itu, dalam Peraturan Presiden RI No. 16/2017 tentang kebijakan maritim Indonesia, yang memuat tujuh pilar KKI, ada pilar keenam tentang budaya maritim.

“BMKT dan Kecelakaan kapal (bangkai kapal yang karam) sedang berusaha ditambahkan ke pilar Perpres 16/2017 yang sudah ada, “katanya.

baca juga: Pemburu harta karun di Anambas ditangkap di Malaysia

Salah satu kargo kapal karam (BMKT) diambil dari kapal yang tenggelam di perairan Bangka Belitung yang ditemukan oleh KKP. Foto: KKP

wisata bahari

Menurut Tukul, ada tiga program utama yang berfokus pada literasi budaya dan laut. Di antara ketiganya, upaya sedang dilakukan buat mengembangkan inovasi berdasarkan budaya budaya kapal yang tenggelam dan warisan bawah laut dalam bentuk BMKT.

Buat alasan ini, salah satu metode yang dipilih adalah membangun museum maritim. Sementara itu, lokasi yang dianggap cocok buat pembangunan museum tidak lain adalah Belitung, disebabkan di wilayah perairan pulau tersebut, ada beberapa lokasi kapal yang tertekan akibat kecelakaan di masa lalu.

“Selain itu, Belitung juga akan dipromosikan sebagai UNESCO Geopark International dan juga satu dari 10 Tujuan wisata prioritas utama pemerintah Indonesia, “katanya, telah menyebut program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang bertujuan buat bersaing dengan pariwisata di Bali.

Selain faktor-faktor yang disebutkan di atas, Tukul menambahkan bahwa Belitung juga sangat cocok buat menjadi lokasi potensial buat pembangunan museum maritim, disebabkan di perairan pulau tersebut, konsep pariwisata terintegrasi termasuk wisata kapal karam , BMKT dan ekosistem laut seperti terumbu karang dan bakau (bakau).

Dengan konsep yang terintegrasi seperti itu, Belitung diharapkan bisa menjadi tempat wisata yang tidak hanya menawarkan tempat wisata bawah laut yang bersejarah, tetapi juga destinasi kuliner yang menawarkan beragam kuliner dari berbagai kelompok etnis.

“Jadi semua sektor mampu terintegrasi, sehingga lebih banyak pengunjung datang. Ini disebabkan pengunjung tidak hanya melihat bakau atau terumbu karang, tetapi juga melihat sejarah dan bahkan kuliner di dalamnya satu wilayah, “katanya.

Di sisi lain, bahkan jika nilai potensinya sangat tinggi, penggunaan BMKT dan kapal yang tenggelam tidak bisa dengan mudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Alasannya adalah bahwa penggunaan dan pengelolaan potensi ini selalu dibatasi oleh biaya, terutama buat penunjukan kapal besar.

perlu dibaca: Wisata bawah laut yang bersejarah, potensi berharga laut nusantara

Seorang penyelam menyelam di dekat bangkai kapal yang penuh harta karun. Pada tahun 2017, pemerintah mulai mengangkat barang yang tenggelam (BMKT) di perairan Indonesia. Foto: Manajer Umum PRL KKP

Menurut kepala pengelolaan lingkungan laut, Marves Nurul Istiqomah, penghapusan bangkai kapal dan BMKT tetap merupakan kegiatan yang mahal disebabkan rumitnya proses dan nilai historis yang dikandungnya.

Kita tahu bahwa pengawasan BMKT adalah pusat perhatian KKP. dua Akhirnya, di antara daerah-daerah ini, tingkat kerentanan terhadap kegiatan penculikan BMKT ilegal adalah tinggi. Daerah yang dimaksud adalah Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Karawang (Jawa Barat) dan Selayar (Sulawesi Selatan).

Selain datang langsung ke lapangan, pengawasan juga dilakukan di gudang penyimpanan BMKT di Cileungsi, Bogor dan Sawang, Kota Depok (Jawa Barat), Lodan (DKI Jakarta), Batam (Kepulauan Riau) dan Belitung (Bangka Belitung) ).

pulau pasifik, BMKT, warisan budaya, ekologi pesisir, ekowisata, Unggulan, hak manajemen, harta karun laut, urusan maritim, Memancing di laut, Sumatra

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *