Banyuwangi Jadikan Destinasi Wisata Sebagai Lokasi Penyaluran Bansos

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berinovasi dan berkreasi di berbagai bidang, khususnya dengan mensimulasikan penerapan sistem kehidupan standard baru atau kebiasaan baru (new standard) di daerah tujuan wisata.

Salah satu bentuk inovasi dan kreativitas di kabupaten yang dianggap sebagai surga di ujung timur Jawa adalah distribusi bantuan sosial kepada warga yang terkena dampak epidemi Covid-19 di Agrowisata Tamansuruh, Kabupaten Glagah, Banyuwangi . Selain bea cukai, pengiriman umumnya dilakukan di kantor kecamatan dan desa / kelurahan.

Baca juga:
Wakil ketua OPI Banyuwangi menyerukan uji cepat untuk Santri Gratis

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang didampingi Wakil Gubernur Banywuangi Yusuf Widyatmoko dan Letnan Kolonel Dandim 0825 Yuli Eko Purwanto mengungkapkan simulasi sekaligus memverifikasi pelaksanaan protokol kesehatan di destinasi wisata jika kemudian terbuka buat wisatawan.

Menurut Kang Azwar Anas, terobosan itu adalah meluncurkan program distribusi bantuan sosial (Bansos) di tujuan wisata. Seperti pada awal pekan lalu, distribusi bantuan sosial kepada anggota masyarakat dilakukan di Agrowisata Tamansuruh di sekitar distrik Glagah.

Selain itu, Bupati Azwar Anas meminta kecamatan, pemerintah desa / desa serta instansi vertikal dan mitra kerja seperti PT Pos Indonesia, Perbanas, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), buat berinovasi, melakukan menunjukkan kreativitas dan membuat terobosan baru dalam pendistribusian bantuan sosial yang sebelumnya telah di acara secara resmi di kantor, lokasi dialihkan ke tujuan wisata yang mengelilinginya.

“Tentu saja, ini kondisional, oleh karena tidak semua desa memiliki tujuan wisata yang layak ditawarkan kepada wisatawan. Selain itu, implementasinya juga harus menghormati protokol kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Banyuwangi, yang akan mengakhiri masa jabatannya, mengatakan bahwa dengan memindahkan tempat distribusi bantuan sosial dari kantor pemerintah ke tujuan wisata, dua manfaat yang didapat. Pertama, dengan tujuan membangkitkan antusiasme para pihak, khususnya mereka yang terlibat dalam pariwisata, buat membuat persiapan serius buat technology ini. new standard pariwisata dan dalam pemulihan ekonomi atau program pemulihan.

Kedua, itu menjadi salah satu alat pengukuran utama dan pada saat yang sama memeriksa disposisi tujuan wisata buat menyambut wisatawan dalam kondisi hidup. standard baru atau technology new standard yang membutuhkan gaya hidup dan budaya sesuai dengan protokol kesehatan.

“Dengan menjadikan destinasi wisata sebagai tempat buat melakukan kegiatan distribusi bantuan sosial, ini dapat menjadi penilaian dan penilaian kekuatan dan kelemahan serta perbaikan yang diperlukan. Pada saat yang sama, kita akan tahu tujuan mana yang siap dan belum, “kata Kang Anas.

Bupati Anas menambahkan bahwa pemerintah Kabupaten Banyuwangi saat ini telah menyiapkan pedoman dan standar prosedur operasional (SOP) buat layanan tujuan wisata sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Baca juga:
Walikota Kediri menerima makanan pokok dan pasokan medis dari dua bank

Selain itu, secara bertahap dan pada gilirannya, pemerintah menyediakan dukungan infrastruktur buat mematuhi protokol kesehatan, khususnya: peralatan semprotan desinfektan, masker, sarung tangan, bak cuci, pakaian Hazmat, Wajah Shiled, Thermo gun dan lainnya buat manajemen. tujuan wisata komunitas.

Tidak hanya di tujuan wisata, lokasi kegiatan pendistribusian bantuan sosial juga dapat dipindahkan ke pekarangan keluarga angkat.

“Dengan demikian, semua saling mendukung, berpartisipasi aktif dan menolong memulihkan ekonomi kerakyatan di sektor pariwisata dengan efek pengganda yang signifikan,” katanya.

Sedangkan Tamansuruh Agro Tourism sendiri merupakan salah satu tujuan wisata yang relatif baru yang siap menarik wisatawan dari dan ke kota Gandrung. Tujuan berdiri dan dibangun di atas lahan luas di sekitarnya 10,five hektar house yang cukup sejuk di kaki Gunung Ijen.

Tersusun dalam konsep Agrowisata, destinasi ini menghadirkan beragam produk pertanian di Banyuwangi. Dari beras hitam organik, berbagai jenis buah-buahan dan sayuran organik dan bunga-bunga indah berwarna-warni yang siap memanjakan para wisatawan yang datang. Tanah yang luas juga digunakan sebagai tempat mengajar di bidang pertanian.

“Ini adalah kali terakhir kami mengembangkan 33 varietas melon. Tempat ini adalah tujuan wisata, tempat pendidikan, serta tempat uji coba. dua hektar lahan yang kami gunakan buat mengembangkan varietas melon. Terima kasih Tuhan hari ini adalah tuaian. Dari demplot di sini, petani mampu melamar ke ladangnya masing-masing, “kata Arief Setiawan, kepala pelayanan pertanian dan makanan buat Kabupaten Banyuwangi.

.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *