Puluhan Obyek Wisata Dicek Kesiapan Protokol Kesehatan 

Karanganyar, Gatra.com – Tiga puluh objek wisata di Kabupaten Karanganyar siap menerapkan protokol kesehatan sebelum kembali beroperasi secara bersamaan, pemerintah Kabupaten Karanganyar juga telah menyiapkan aturan standar buat penyelenggaraan acara tersebut. .

Hal ini terungkap pada rapat koordinasi Tim Koordinasi Kabupaten Karanganyar buat percepatan pengelolaan Covid-19 di kediaman resmi bupati, Rabu10/6). Kepala satuan tugas Juliyatmono, yang juga bupati Karanganyar, meminta Biro Pariwisata dan Pemuda Olahraga buat menyelidiki semua objek wisata. Penerapan protokol kesehatan merupakan syarat mutlak bagi pemilik bisnis pariwisata dalam semua kegiatannya. Sanksi akan dikenakan buat pelanggaran.

“Jika itu melanggar, itu menandakan satu dua hari-hari mungkin tidak terbuka. “Pelanggaran itu seperti tidak memakai topeng, tidak ada cara buat mencuci tangan dengan sabun dan mengabaikan jarak,” katanya.

Juga disarankan kepada manajemen tempat-tempat wisata buat mendistribusikan tugas khusus ini kepada semua pihak. Dia mengakui itu tidak mudah. Namun bukan tidak mungkin buat diterapkan.

Sehubungan dengan organisasi acara, ia akan mengatur pesanan baru buat pemasangan dekorasi, makeup, suara, manajer acara, dll.

Asisten wakil komisaris kepala polisi Karanganyar, Leganek Mawardi, menyarankan buat menghormati disiplin kesehatan sebelum mulai melakukan kegiatan yang melibatkan risiko penularan Covid-19. Buat perayaan, ia hanya mengizinkan maksimal 30 undangan buat dikunjungi.

“Karanganyar memang di zona kuning. Tidak berbahaya seperti zona merah. Tapi ada potensi kerentanan yang perlu diperlakukan dengan bijak. Tidak masalah jika Anda membuka dan menutup zona dengan menyesuaikan kondisi” , apakah dia menyatakan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Pemuda, Titis Sri Jawoto, mengatakan bahwa sekitar 30 obyek wisata telah dimulai awal pekan ini. Di sektor pariwisata, dia membagikan instructional new standard dalam implementasi bisnis dalam bentuk video pendek.

“Pengusaha menyiapkan fasilitas dan infrastruktur dalam protokol kesehatan dua di tiga hari ini. Kami merekomendasikan semua transaksi non-moneter. Tetapi jika dia dipaksa buat menguangkan, disarankan buat memasukkan uang ke dalam amplop. Biaya layanan dibulatkan sehingga Anda tidak mempersiapkan banyak perubahan buat perubahan tersebut. Karyawan menggunakan APBD dan alat kerja pribadi, “katanya.


Jurnalis: Abdul Alim Muhamad Zamzami

Penerbit: Bernadetta Febriana


Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *