Pengertian Rukun Umroh yang Lengkap untuk Jajal Wisata Virtual

Jakarta

Pemerintah Arab Saudi hingga kini belum membuka Masjid Nabawi dan Masjidil Haram untuk kegiatan umroh berkat berlebihan adanya pandemi COVID-19 atau virus Corona. Sejumlah layanan travel wisata umroh pun menawarkan ‘virtual umroh’ untuk bani Islam yang niatnya menggelinding ke bumi ceria suak gegara pandemi.

Tentunya ‘virtual umroh’ ini bukanlah umroh sebu arti asli, namun hanya mencariangin virtual ke Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Sebab untuk ibadah umroh, seorang jamaah harus memenuhi semua rukunnya.

Berikut rukun umroh yang dikutip bersumber buku Fiqih Islam Wa Adillatuhu karya Prof Dr Wahbah Az-Zuhaili:

Ada beberapa pendapat berkaitan ragam umroh. Berdasarkan madzhab Hanafi, ragam umroh hanya tawaf di Kakbah. Kemudian, menurut madzhab Maliki dan Hanbali, ragam umroh ada tiga, yakni ihram, thawaf dan sa’i.




Sedangkan menurut madzhab Syafi’i, ragam umroh ada empat, yaitu ihram, thawaf, sa’i, dan mencukur atau memendekkan rambut. Namun, memendekkan rambut menurut jumhur, selain madzhab Syafi’i terhitung serupa wajib dan betapa ragam.

1. Ihram

Ihram hakikatnya adalah memasuki kondisi haram. Maksudnya adalah niat untuk berawal ke sebu ibadah haji atau umroh dengan ikut-serta aturan keharaman tertentu (dengan menjuhinya).

Namun, madzhab Hanafi berbicara, seseorang tidak dapat dikatakan putus memulai ihram ketika dia hanya mengamalkan niat tanpa mengamalkan talbiah. Pasalnya, menut madzhab Hanafi, niat betapa ragam, melainkan syarat yang harus diucapkan

Adapun kesimpulannya, ihram terhitung sah dengan niat semata menurut umhur. Tapi tidak terhitung sah menurut madzhab Hanafi, melainkan harus diiringi dengan pikiran atau perbuatan, serupa talbiah dan melepaskan pakaian berjait.

Berdasarkan hadist, Nabi Muhammad SAW bercerita, “Semua niat bergantung kepada niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan apa yang ia niatkan.”

Sementara itu, babad Anas r.a. Nabi Muhammad SAW pernah mengimla kalimat yang merondok-membungkuk, “Aku dulu mendengar Rasulullah SAW berkata, ‘Aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan haji dan umroh.”

2. Tawaf

Rukun umroh kedua adalah tawaf. Rukun ini dilakukan dengan mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh mentak dimulai bersumber Hajar Aswad, sungguhpun betapa syarat melaikan wajib menurut madzhab Hanafi dan Maliki. Sedangkan, menurut madzhab Syafi’i dan Hambali, ia adalah syarat.

3. Sa’i

Rukun selanjutnya adalah Sa’i, yakni berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah. Dalilnya bersandarkan sabda Rasulullah SAW, “Lakukan lah sa’i sebab Allah telah mewajibkan sa’i atas kalian.”

Sa’i wajib dilakukan sebanyak tujuh stadium setelah mengamalkan tawaf atau mengelilingi Kakbah. Adapun, masa yang afdal mengamalkan Sa’i menurut Imam an-Nawai adalah masa yang sepi. Jika standar jumlah, sebaiknya bercadangcadang agar tidak menyakiti anak lain.

Semoga rukun umroh di atas bisa menambah iman kita acc!

Simak Video “Asosiasi Penyelenggara Jawab Isu Penghentian Umroh Hanya 2 Pekan
[Gambas:Video 20detik]
(erd/ddn)



Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *