Objek Wisata di Bengkulu Dibuka, Pengunjung Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Bengkulu, Beritasatu.com – Sejumlah bulan-bulanan berpelesir di Bengkulu, sejak dua pekan ini rujuk dibuka setelah sempat ditutup dua bulan akibat wabah virus corona atau Covid-19 di kelompok ini. Namun demikian, pengunjung berjejak diminta menerapkan protokol kesehatan. 

Meski bulan-bulanan berpelesir berhenti dibuka para pengunjung berjejak diminta menerapkan protokol kesehatan, di antaranya wajib menggunakan masker, bangkit jarak, dan bereksodus kerumunan kelas melembak di bulan-bulanan berpelesir.

Adapun bulan-bulanan berpelesir yang berhenti dibuka di Kota Bengkulu, di antaranya Pantai Pasir Putih, Pantai Panjang, Tapak Padri, Pantai Jakat dan negara bulan-bulanan berpelesir lainnya. Setiap pegunjung yang berketurunan ke lokasi bulan-bulanan berpelesir wajib menggunakan masker dan menerapkan physical distancing dan tidak bersidang atau berpumpun.

Untuk memastikan para pengunjung berhenti melaksanakan protokol kesehatan, njenis menggunakan masker, bangkit jarak, dan tidak bersidang, Pemprov Bengkulu telah menempatkan zat Satpol PP di setiap lokasi destinasi menenok para wisatawan.

Selain itu, zat Polres Bengkulu teratur mengerjakan patroli di kasawan Pantai Panjang untuk memastikan para pengunjung tidak berpumpun dan telah menggunakan masker dengan jalan. Hal ini dilakukan untuk memperkirakan pengunjung terjangkit virus corona atau Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Iksan Setiawan, berkecek, bagaimanapun negara bulan-bulanan berpelesir berhenti dibuka setelah Idulfitri lalu, tapi para pengunjung berjejak menaati protokol kesehatan.

“Kita minta Satpol PP Provinsi Bengkulu, rutin melakukan patroli di kawasan objek wisata untuk memastikan para pengunjung sudah menerapkan protokol kesehatan. Bagi warga yang tidak patuh dengan protokol kesehatan diberikan teguran oleh anggota Satpol PP,” ujarnya.

Bahkan, paruh pengunjung bulan-bulanan berpelesir di Kota Bengkulu, termasuk Panjang, Pantai jakat dan ojek berpelesir lainnya yang tidak menggunakan masker diminta rujuk, dan bila mereka berhenti memakai masker bubuhkan rujuk lagi.

“Kita tidak main-main menerapkan protokol kesehatan kepada para pengunjung objek wisata di daerah ini. Kita tidak mau begitu objek wisata dibuka kasus positif Covid-19 di Bengkulu kembali meningkat,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Satpol PP Provinsi Bengkulu, Marlin. Ia berkecek, anggotanya teratur mengerjakan patroli dan razia penggunaan masker paruh pengunjung bulan-bulanan berpelesir pantai bangir dan bulan-bulanan berpelesir lainnya di Bengkulu.

Patroli dan razia tersebut, katanya dilakukan untuk menertibkan masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan seumpama mengunjungi golongan bulan-bulanan berpelesir yang ada di Bengkulu. Sebab, sejak tampang Dispar Bengkulu, mengimbau masyarakat yang berketurunan ke lokasi bulan-bulanan berpelesir menerapkan protokol kesehatan.

“Jika tiga hal ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh para pengunjung objek wisata di Bengkulu, dipastikan tidak akan ada wisatawan terjangkit virus corona, karena pengunjung sudah melaksanakan imbauan pemerintah menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *