Pemerintah pastikan rasa aman sebelum buka destinasi wisata

kita lihat tren bagaimanapun juga hanya satu dua hari, tapi selama satu bulan mutakhir, sebulan ke depan, apakah rate of transmission terus gengsot

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah akan memastikan rasa aman dan segar pecah masyarakat dan wisatawan sebelum membuka destinasi wisata bernas kondisi transisi terbang populer setelahitu.

Oleh itu, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Odo RM Manuhutu bernas jumpa pers virtual di Jakarta, Jumat, bercakap pemerintah akan bidik kesiapannya tulen asuhan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Kita lihat kesiapannya, makanya kita duduk dengan teman-teman Gugus Tugas melihat trennya seperti apa. Saya kira kita lihat tren bukan hanya satu dua hari, tapi selama satu bulan terakhir, sebulan ke depan, apakah rate of transmission terus turun. Jadi pendekatannya bukan hanya aspek ekonomi tapi juga kita harus beri rasa aman nyaman bagi masyarakat,” katanya.

Odo menguraikan bertepatan pembukaan pulang Bali, pemerintah tinggal terus mengamalkan komunikasi dengan pihak bertepatan, termasuk pemda setempat.

Di bagian lain, pemerintah juga tengah menyiapkan protokol kesehatan di segi pariwisata yang bangat dirilis Kementerian Kesehatan. Demikian pula proyek percontohan (pilot project) bernas penerapan protokol tersebut.

Odo bercakap bernas implementasinya esok lusa, pemerintah akan tambahan pula dahulu membuka destinasi wisata khusus pecah wisatawan domestik.

“Mungkin kalau trennya turun terus maka pada kuartal ketiga atau keempat akan mulai turis domestik melakukan kunjungan. Turis mancanegara mungkin akhir November atau awal Desember. Tapi tetap kita harus lihat trennya seperti apa,” katanya.

Ia menambahkan, selain semenjak tren penurunan kasus, pemerintah juga berkisah sama dengan pelaku industri pariwisata untuk memantau permintaan yang ada.

Kendati demikian, Odo menegaskan poin lazim yang ingin diangkat pemerintah adalah tentang menggalang rasa berhasrat pecah siapapun yang mengamalkan kunjungan percaya-diri kontinen yang dikunjunginya menggubris semua dunia protokol, semenjak kebersihan, higienitas, dan keselamatan.

Ia juga menekankan dibukanya destinasi wisata tertentu juga dilakukan bagaimanapun juga dengan pertimbangan asal tetapi juga dengan asas ilmiah.

Baca juga: Tempat wisata di Jakarta dibuka bertahap mulai 13 Juni 2020

Baca juga: Nusa Dua Bali jadi proyek percontohan destinasi wisata normal baru

Baca juga: Kemenparekraf terapkan bersih, sehat, aman di setiap destinasi wisata

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *