Sri Lanka Wajibkan Turis Tes Corona dan Wisata Minimal 5 Hari

Jakarta, CNN Indonesia — Turis mancanegara yang berketurunan ke Sri Lanka akan menjalani tes virus corona bila gebang pariwisata tempat itu dibuka lagi pada 1 Agustus 2020 mendatang.

Biaya visa kebanyakan sebesar US$40 (sekitar Rp568 ribu) telah naik berperan US$100 (sekitar Rp1,4 juta) per warga.

Hanya turis yang akan membunuh minimal lima hari di Sri Lanka yang diizinkan berawal.

Kementerian Pariwisata Sri Lanka berfirman para pelancong harus membawa sertifikat kesehatan tes COVID-19 yang diterbitkan tempat keberangkatannya maksimal 72 jam sebelum naik pesawat.

Walau telah membawa sertifikat kesehatan semenjak tempat keberangkatan, turis berkesan harus menjalani tes virus corona setibanya di pelabuhan Sri Lanka.

Pemeriksaan kedua akan dilakukan empat hingga lima hari kemudian.

Pemeriksaan ketiga akan dilakukan sukat turis diam di Sri Lanka lebih semenjak 10 hari.

Selama di Sri Lanka, turis hanya dapat diam di hotel yang ditunjuk oleh Kementerian Pariwisata Sri Lanka dan tidak diperbolehkan menggunakan transportasi jamak.

“Mungkin ini terdengar merepotkan, namun penting untuk melindungi dan memberikan ketenangan bagi semua orang,” ocehan Kementerian Pariwisata Sri Lanka, lir yang dikutip semenjak AFP pada Jumat (12/6).

Sri Lanka telah melaporkan 11 kasus kematian dan 1.801 infeksi sejak pasien virus corona segar diidentifikasi pada 27 Januari.

Pariwisata Sri Lanka kontemporer selalu kembali semenjak kasus pemboman Minggu Paskah tahun lalu yang mengembat 279 warga, termasuk 45 ras tempat asing, sebelum pandemi COVID-19 menghentikan perjalanan internasional dan bertangkup hotel-hotel di tempat itu, yang membudayakan puluhan ribu warga menganggur.

Jumlah turis mancanegara ke Sri Lanka melantai berperan 1,91 juta pada tahun lalu, melantai semenjak 2,33 juta pada tahun sebelumnya.

Informasi mengenai visa Sri Lanka bisa diketahui di sini.

(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *