Tempat Wisata Belum Boleh Buka, Pemprov Masih Utamakan Keselamatan Jiwa

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Sejak pandemi Covid-19 melanda di Kalsel, Dinas Kehutanan Kalsel bersua destinasi mencariangin di bawah kewenangan mereka. Salah satunya bulan-bulanan mencariangin Tahura Sultan Adam.

Lalu semisal destinasi mencariangin unggulan di Banua tersebut dibuka rujuk? Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, pihaknya tak akan membuka sebelum pandemi ini apik di Kalsel.

Dia tak ingin pembukaan rujuk malah akan menambah penyebaran kasus Covid-19 di Kalsel. Apalagi sebutnya, di Tahura Sultan Adam ada bermacam-macam fauna dan dabat peliharaan yang rusuh tertular dan menularkan. “Tak akan saya buka dulu sampai kasus Covid-19 di Kalsel benar-benar reda dan aman. Saya tak ingin mengambil resiko,” tegas Hanif kemarin.

Hanif menjanjikan, Tahura Sultan Adam berjejak akan dibuka rujuk. Namun dengan catatan, penularan Covid-19 bubar terkendali dan rendah. “Kalau dibuka saat ini, namanya mencari penyakit. Kita kunci dulu sampai Covid-19 bisa dikendalikan,” ujar pria yang berperan pula bagaikan Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kalsel itu.

Dinas Pariwisata Kalsel mencatat, munjung kunjungan mencariangin ke Kalsel berusul bulan Januari hingga April mencapai 6.094.763 kelas. Dari munjung tersebut, bersisa didominasi wisatawan domestik. Jumlahnya sebanyak 6.093.411 kelas. Sedangkan, wisatawatan mancanegara hanya sebanyak 1.352 kelas.

Dari 13 kabupaten dan kota se Kalsel, Kabupaten Banjar yang paling padat didatangi. Jumlah pengunjungnya mencapai 5.160.276 kelas disusul Kabupaten Tapin sebanyak 395.648 kelas dan Kotabaru sebanyak 167.322 kelas. Kabupaten Banjar sendiri sejak silam menjabat destinasi mencariangin reiligius dan ziarah tahunan macam haul para ulama.

Kota Banjarmasin yang memiliki destinasi mencariangin kali bersisa bertekuk lutut dengan tiga angka tersebut. Jumlah kunjugan mencariangin ke Ibu Kota Kalsel itu hanya 114.677 kelas.

Alih-alih terdorong mencari sasaran kunjungan mencariangin, Kalsel mencarijalan bersua destinasi mencariangin. Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor pada 24 Maret lalu memunculkan surat edaran kepada bupati dan wali kota se Kalsel tentang Penutupan Objek Wisata di Kalimantan Selatan Dalam Upaya Penegahan Penyebaran Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan.

Tak hanya kepada bupati dan wali kota, imbauan juga ditujukan kepada pelaku pemberian pariwisata, agar menunda pelaksanaan kegiatan yang melahirkan kerumunan tim.

Sampai seumpama ini, aturan tersebut bersisa menggelinding. Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kalsel, Ida Saptika Dewi berfirman betapa pemerintah pusat memutuskan penerapan new awam, Kalsel bersisa belum berakhir. “Penularan bersisa amahal. Jadi belum dibuka dulu bulan-bulanan mencariangin,” ocehan Ida kemarin.

Meski demikian, pihaknya bubar memiliki program untuk menerapkan new awam di bidang mencariangin bilamana Kalsel bubar berakhir dan ada instruksinya. “Tentu akan disosialisasikan dulu dengan kabupaten dan kota termasuk pelaku usaha,” tambahnya.

Dia menyampaikan, untuk mencari sasaran kunjungan mencariangin di tengah pandemi sekarang, cukup fatal. Namun ada sedikit optimistik berkah masyarakat bubar ingin mencariangin setelah sekian bulan adanya pembatasan. (mof/ran/ema)

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *