Objek Wisata Kembali Dibuka, Warga Kota Cirebon Tidak Antusias

MiftahudinObjek Wisata Kembali Dibuka, Warga Kota Cirebon Tidak Antusias
Objek bertamasya Gua Sunyaragi, sebuah situs peninggalan Sunan Gunung Jati di Kota Cirebon. Foto: iNews/Miftahudin

CIREBON – Memasuki manakala transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditandai dengan pelonggaran aktivitas, sejumlah bulan-bulanan bertamasya di Kota Cirebon berjalan dibuka. Meskipun amat, antusiasme masyarakat belum tampak.

Sepinya pengunjung terlihat di bulan-bulanan bertamasya Gua Sunyaragi, sebuah situs peninggalan Sunan Gunung Jati. Meskipun mahir weekend, wisatawan yang meronda bisa dihitung dengan jari, dan itu pun kerabat lokal. “Saya hanya kebetulan aja lewat dan mapir ke gua sunyaragi,” ucap Makmur Hamdallah, salah satu pengunjung, Sabtu(13/6/2020)

Objek Wisata Kembali Dibuka, Warga Kota Cirebon Tidak Antusias
Pengelola bulan-bulanan bertamasya Gua Sunyaragi tidak menaikkan tarif tiket menyelundup. Foto: iNews/Miftahudin

Sepinya pengunjung juga diakui pengurus pengelola bulan-bulanan bertamasya Gua Sunyaragi Jajad Sudrajat. Padahal, tiket menyelundup yang dikenakan tidak dinaikkan berpokok umumnya, bertekan Rp15.000 per ras.”Sampai saat ini antusias pengunjung masih sepi,” ujarnya Sabtu(13/6/2020).

(Baca: Pemulihan Sektor Wisata di Cirebon Dilakukan Bertahap)

Taman air Gua Sunyaragi merupakan bertamasya kisah peninggalan kasultanan Cirebon bertamasya ini menyuguhkan gedung unik bertabir candi bertokoh berpokok potongan beton karang tak berpola. Di situs ini terjadi 10 gua yang memiliki histori bersengketa.

Pengelola menerapkan protokol kesehatan COVID-19 macam jurusan berpokok adaptasi kenormalan ahijau. Setiap pengunjung diwajibkan untuk menggunakan masker, menyiapkan air percik tangan dan bertekan memelihara jarak.

(muh)

preload video

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *