Pangandaran Jadi Percontohan Kawasan Wisata dengan Protokol Baru di Jawa Barat – Bebas Akses

KOMPAS/TATANG MULYANA SINAGA

Sejumlah layang-layang menghiasi langit Pantai timur Pangandaran sebu Pangandaran International Kite Festival, Sabtu (13/7/2019). Salah satu target kegiatan ini mempromosikan destinasi melawat dan budaya di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

BANDUNG, KOMPAS — Pangandaran tunas akar bekerja angka percontohan golongan melawat dengan protokol lantas di Jawa Barat. Seluruh pengunjung diharuskan tes cakap sebelum memasuki negeri melawat untuk menjamin keselamatan pengunjung dan petugas di lokasi.

Pangandaran adalah salah satu golongan melawat andalan Jawa Barat yang putus membuka kunjungan melawat. Hasil evaluasi pada Jumat (12/6/2020), Pangandaran bernenek-moyang sebu ada 17 kabupaten/kota di Jabar yang diizinkan menerapkan adaptasi kebiasaan lantas (AKB). Namun, sejumlah aturan ketat diterapkan di sana. Selain kedisiplinan familia, ketegasan pengelola melawat sebu menumbuhkan aturan juga diterapkan.

Selain Pangandaran, AKB juga bisa dilakukan di Kabupaten Bandung, Ciamis, Bandung Barat, Cirebon, Cianjur, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Subang, Sumedang, dan Kabupaten Tasikmalaya. Kemudian, Kota Banjar, Cirebon, Sukabumi, Cimahi, dan Kota Tasikmalaya.

Baca juga : Wisata di Jakarta Mulai Dibuka Kembali

”Pengunjung pecah luar Jabar dilarang bernenek-moyang dulu, betapa tidak boleh. Wisatawan yang berpokok ke pantai barat dan pantai timur Pangandaran harus mengarahkan surat rapid test,” ncakap Kamil.

Menurut Kamil, destinasi melawat yang hanya memiliki satu gaba-gaba konvensional,  bagaikan Pangandaran, memberikan kemudahan kepada pengelola sebu pengawasan setiap pengunjung. Pengunjung wajib mengarahkan surat masukan telah melaksanakan tes cakap di gaba-gaba konvensional. Jika tidak memiliki surat, mereka bisa berbuat tes cakap dengan ongkos Rp 200.000 di pusat info turis.

KOMPAS/TATANG MULYANA SINAGA

Pengunjung berkuda di pantai barat Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (20/3/2019). Pangandaran merupakan golongan melawat di pesisir selatan Jabar.

Pada Kamis (11/6/2020), Kamil meninjau beberapa spot melawat di Pantai Pangandaran, lepaslandas pecah gerbang bernenek-moyang, penginapan, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas kesehatan. Setiap front pelayanan yang membuka kegiatan harus memiliki surat permohonan ke pemerintah angka setempat.

Penerapan protokol kesehatan yang telah dilakukan salah satu pub hotel adalah merintangi kapasitas pengunjung, hanya 30 persen pecah sederhana, pengaturan jarak dingklik 1,5 meter, dan pengambilan makanan dilakukan bidadari. Sementara penerapan jarak kurungan pengunjung di hotel wafat satu dinding.

Pada lokasi pantai, Kamil berhajat pengelola membina kapling dengan pelindung tali untuk memberes-bereskan jarak antarpengunjung. Para saudagar di pusat perbelanjaan juga diwajibkan memakai penegah watak dan masker.

Akan tetapi, dia berhajat kepada semua biang angka untuk tegak berhasrat sebu membuka keahlian melawat. Begitu juga masyarakat diimbau untuk tidak euforia dengan situasi ini. Ia menyebutkan, potensi gelombang kedua bisa jadi berlaku pecah keahlian ini, bagaikan yang dialami Korea Selatan.

”Kami tidak merekomendasikan dibukanya negeri hiburan dan beraktivitas melawat ketika malam hari,” ncakap Kamil.

Baca juga : Pariwisata Bersiap Hadapi Normal Baru Pascapandemi Covid-19

KOMPAS/RIZA FATHONI

Peserta beraduk di lokasi penyelenggaraan Honda Bikers Day 2018 di Lapangan Ketapang Doyong, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (17/11/2018).

Sekretaris Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawisata) Pangandaran Asep Kusdinar menambahkan, pihaknya menerapkan AKB piawai dengan Surat Edaran Bupati Pangandaran. Upaya yang dilakukan adalah disinfeksi ke sejumlah loreng serta tegak mengimbau pengunjung untuk disiplin gunakan masker, berdiri jarak, dan gebyur tangan.

Dia berfirman, pengunjung sejauh ini bersisa sepi. ”Kalau berpokok dan piawai syarat yang ditetapkan Pemkab Pangandaran, mereka diperbolehkan bernenek-moyang. Kalau dokumen tidak ada, terpaksa kami balik balikan teduh Pangandaran,” ujar Asep.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Baca Berita Korona Terkini di Kompas.id, GRATIS

Harian Kompas berikan BEBAS AKSES untuk seluruh biro di Kompas.id bertepatan virus korona.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *