Benahi Destinasi Wisata Sesuai Program CHS, Upaya Tarik Wisman Kembali

JAKARTA, KOMPAS.com – Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo R.M Manuhutu, menyuarakan bahwa pemerintah terus merakit berekspansi destinasi melancong Indonesia.

Baca juga: Paket In City Activation, Upaya Dorong Pariwisata Domestik

Hal ini merupakan strategi menarik wisatawan mancanegara (wisman) yang berketurunan ke Indonesia bilamasa perbatasan stop dibuka balik.

Odo berkecek pengembangan destinasi melancong harus terencana dan terstruktur. Seperti pengembangan lima destinasi akbar prioritas yaitu Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, Likupang, dan Mandalika melalui proram Integrated Tourism Masterplan.

Ia menyuarakan bahwa pembangunan terstruktur akan memberi hantaman positif, tidak hanya ke ekonomi, tetapi masyarakat dan pelestarian permukaan.

“Ini pariwisata terhormat. Ini semua tentang ekonomi inklusif, pembangunan terus-menerus, pelestarian permukaan menggarit, dan masyarakat dilibatkan,” katanya bermutu konferensi pers virtual, Jumat (12/6/2020).

Jika beralur daya saing pariwisata Indonesia, Odo menyuarakan bahwa salah satu kekurangan pariwisata Indonesia adalah berpunca bagian kebersihan permukaan.

“Dilihat dari Travel & Tourism Competitiveness Index, salah satu kekurangan Indonesia adalah aspek kebersihan lingkungan. Destinasi kurang dikembangkan dengan baik,” bicara Odo.

World Economic Forum (WEF) mempublikasikan Travel & Tourism Competitiveness Report (TTCR) atau laporan daya saing pariwisata bagian setiap dua tahun sungguh. Dalam laporan tersebut, bersua pelik dan perbandingan daya saing pariwisata berpunca bineka bentala di bagian.

Turis asing di sawah berundak Ubud, BaliDok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf Turis asing di sawah bertingkat Ubud, Bali

Oleh itu, melantur Odo, program berpunca Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan kementerian lainnya adalah Clean, Hygiene, dan Safety (CHS).

Menurutnya, pengembangan destinasi melancong tepat program CHS tersebut adalah agar wisatawan tidak meronda hanya satu mentak advberkelaluan ke suatu destinasi melancong.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *