Objek Wisata Pohon Seribu Dibuka Kembali, Pedagang Sudah Bisa Sumringah

HARIANHALUAN.COM – Pedagang dan penyedia sumbangan di lingkaran sasaran melancong Pohon Seribu, Pantai Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mengaku selamat penjualan mereka terbang beranjak berhujung dibukanya sasaran melancong tersebut oleh Pemerintah Daerah (Pemda) seminggu belakangan ini.

Sebagaimana diketahui, sasaran melancong Pohon Seribu Pantai Sasak balik dibuka oleh Pemda Pasbar berhujung diberlakukannya New Normal beberapa hari belakangan ini. Hal itu membawa tumbukan positif porsi para saudagar dan masyarakat sekitar dengan banyaknya pengunjung yang berusul setiap harinya.

Salah seorang saudagar roti bakar yang berkedai di lingkaran sasaran melancong Pohon Seribu, Ahmad Junedi kepada harianhaluan.com, Minggu (14/6/2020) berceloteh, penjualannya terbang beranjak sejak seminggu segar dengan banyaknya pengunjung yang berusul setelah diberlakukannya kenormalan balik oleh Pemda Pasbar.

“Ribuan pengunjung mulai memadati objek wisata pohon seribu, terlebih pada hari Sabtu dan Minggu setelah objek wisata ini kembali dibuka seminggu terakhir ini,” ujarnya.



Ditambahkannya, dengan banyaknya pengunjung yang berusul, dia serempak saudagar lainnya yang berkedai di lingkaran sasaran melancong pohon seribu merasa selamat meningkatnya penjualan mereka dibandingkan dengan sebelumnya. “Keadaan ini membuat kami para pedagang terbantu. Karena penjualan kami jauh meningkat dari sebelumnya,” ungkap Junedi.

Sementara itu, Kepala Jorong Pondok, Hendrik berceloteh, pasca Pemda Pasbar berikut menerapkan kenormalan gres, geliat ekonomi masyarakat sekitar sasaran melancong dan para saudagar terbang membaik walaupun belum rapi sebagaimana ratarata. “Usai dibuka seminggu terakhir, para pedangang, pemilik warung dan rumah makan serta penyedia jasa permainan kembali meraup keuntungan,” ungkap Hendrik.

Dijelaskannya, walaupun sasaran melancong tersebut telah dibuka oleh pemerintah, namun para pengunjung, saudagar dan masyarakat harus tegak menerapkan sejumlah aturan dan protokoler kesehatan untuk menaksir penyebaran virus covid 19. “Para pengunjung, penyedia jasa dan pemilik rumah makan harus tetap mematuhi aturan dan protokoler kesehatan dalam pencegahan Covid-19,” tutupnya.

Hendrik berkeinginan, semoga dengan penerapan kenormalan gres ini dapat memperkuat ekonomi masyarakat berhujung penerapan PSBB beberapa bulan belakangan ini serta dapat menerapkan protokoler kesehatan untuk pencegahan terhadap penyebaran Covid-19.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *