Seperti Ini Gambaran New Normal di Objek Wisata Pantai Parangtritis

Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Pariwisata Bantul memastikan kesiapan Pantai Parangtritis untuk menerima kunjungan wisatawan. Namun demikian perlu ada simulasi penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) berekreasi sebelum sangat dibuka untuk normal.

Rencananya simulasi SOP berekreasi di Parangtritis akan dilakukan pada pekan ini bergabung Dinas Pariwisata DIY. “Ujicoba pembukaan kemungkinan pekan ini. Kamis besok akan bersurat kepada Bupati Bantul memohon petunjuk saat ujicoba,” ocehan Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, masa dihubungi Minggu (14/6/2020).

Kwintarto bersabda ujicoba pembukaan Parangtritis perlu izin bibit kategori berkat Bantul statusnya bersisa tanggap darurat sampai 30 Juni mendatang. Langkah yang dilakukan juga akan didahului dengan simulai.

Menurut dia simulai penerapan SOP berekreasi berarti dilakukan untuk agar pengelola berekreasi dan wisatawan sangat memafhumi protokol kesehatan masa bertamasya di tengah pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 ini. Pihaknya tidak ingin ada klaster junior penularan Covid-19 berbunga petak berekreasi.

Dari pemantauan yang dilakukan Dinas Pariwisata Bantul, Dinas Pariwisata DIY, dan Badan Otorota Borobudur (BOB) pada Sabtu pekan lalu di Parangtritis, ocehan Kwintarto, secara normal pantai yang berperan andalan di Bantul tersebut baik menerima wisatawan. Berbagai fasilitas pendkung protokol kesehatan putus tersedia.

Sejumlah temapat mandi tangan putus disediakan di sekitar pantai, lebat imbauan tertulis agar wisatawan mengenakan masker dan menggembala jarak suka cita, serta sebagian memunjung warung bersantap sekitar pantai juga putus berkeledar bentala berkacau agar tidak berperan-aktif penumpukan sesama wisatawan maupun pemilik warung.

“Secara fungsional memuju new normal siap, keindahan dan kebersihan sudah tertata,” ocehan Kwintarto.

Namun demikian ia juga tidak bertalian mata ada beberapa warung yang belum mengurangi bentala berkacau, belum memberi tanda agar larangan berkacau montok satu amben, dan air berbunga bentala mandi tangan yang terkesan jeblok.

Kondisi tersebut diakuinya putus diperbaiki oleh Kelompok Sadar Wisata Parangtritis dan juga pengelola warung bersantap setempat. Dalam ujicoba besok lusa pihaknya juga berkesan menunggu kepastian berbunga Dinas Pariwisata DIY. “Berdasarkan lawatan Kepala Dinas Pariwisata DIY kemarin kalau belum siap disempurnakan dulu,” ucap Kwintarto.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo bersabda belum bisa memberi kepastian bertepatan penerapat new piawai di DIY. “Sesuai pesan Ngarso Dalem, pembukaan pariwisata di tengah pandemi harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan terburu-buru. Kalau sudah siap silahkan buka. Kalau belum jangan. Harus dipersiapkan dengan baik segala sarana dan prasarananya,” ocehan Singgih.

Singgih bersabda sarana dan prasarana yang minimal yang harus dipersiapkan mencantol dengan protokol kesehatan pada andaikan pandemi di antaranya bentala mandi tangan, masker, kumat jarak maupun alat pendeteksi suhu diri. Selain itu, yang perlu disiapkan lainnya adalah petunjuk pengunjung.

Menurut dia, asalkan memang memang resmi dibuka, petugas berekreasi harus baik mendata siapa selalu yang berusul. Pendataan bisa dilakukan offline maupun online. Pendataan tersebut fungsinya untuk memudahkan proses penelusuran asalkan memang ada penuralan Covid-19. Pihaknya juga akan menyiapkan aplikasinya.

“Nanti lewat aplikasi itu juga dapat menunjukkan, apakah orang itu statusnya ODP, PDP atau bahkan positif,” ujar Singgih.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *