3 Destinasi Wisata di Banyumas Bakal Beroperasi Kembali

Merdeka.com – Tiga destinasi berpelesir di Kabupaten Banyumas dipertimbangkan oleh Pemkab Banyumas untuk bermusyawarah pulang. Masing-masing destinasi tersebut, yakni Lokawisata Baturraden, Safari Off Road Baturraden, dan Hutan Pinus Limpakuwilus. Pengelola ketiga daratan berpelesir tersebut dinilai telah menyiapkan sarana prasarana serta protokol kesehatan pada seumpama adaptasi kebiasaan segar (new pandai).

Lokawisata Baturraden merupakan milik pemerintah kategori. Sedang Safari Offroad Baturraden dikelola oleh PT Safari Hutama Alam Wisata (SHAW) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sementara Hutan Pinus Limpakuwus dikelola Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur seiring Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono bersuara telah mengamalkan kunjungan sudut pandangan ke incaran berpelesir Hutan Pinus Limpakuwus, Safari Offroad Baturraden. Adapun Lokawisata Baturraden inspeksi dilakukan Senin (15/6) sore.

“Protokolnya sudah bagus, ada timnya. Paling Sabtu (20/6) besok. Saya minta memang bareng (dibuka) yang Hutan Pinus Limpakuwus dan punya Pemda,” wicara dia berhenti berjuang dengan sejumlah pelaku berpelesir.

Pemkab Banyumas akan tolong-menolong dengan pelaku berpelesir untuk menyiapkan protokol kesehatan. Selain itu, pihaknya juga mengamalkan pemantauan seiring Gugus Tugas Pariwisata yang dibentuk Asosiasi Penyelenggara dan Atraksi Wisata (APAW) Banyumas dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten.

Ketiga destinasi tersebut rencananya akan dibuka pada Sabtu (20/6). Pertimbangannya, jamak pelaku berpelesir yang tidak lagi beraksi selama lebih semenjak dua bulan.

“Jujur saja yang berteriak sebetulnya tidak hanya pegiat wisata, yang punya objek wisata. Saya dan Pak Bupati pusing juga, PAD-nya tidak ada. Tapi (pengunjung) dibatasi memang. Itu harus pakai tiket cashless (nontunai),” ujarnya.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Wahyono bersuara, pihaknya tengah memproses surat edaran untuk penerapan protokol kesehatan di incaran berpelesir, daratan kebugaran, kantor kesenian, hotel, pub hingga daratan hiburan sewajarnya.

“Di surat edaran itu nantinya ada tata cara pengajuan perizinan untuk beroperasi lagi. Juga mengatur protokol pengelola objek, pekerja, wisatawan dan pedagang di objek wisata,” ucapnya.

Menurut Wahyono, pengelola yang telah tuntas membuka pulang subsidi santunan wisatanya diminta untuk mengajukan permohonan izin serta menandatangani pernyataan kesanggupan untuk memenuhi protokol. Selanjutnya, lapisan verifikasi akan mengamalkan pengecekan. [cob]

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *