Kawasan wisata Badui masih ditutup, meski mulai normal baru

Kami pada waktu ini tengah berkeledar pembukaan wisata Badui dan wisata lainnya di Lebak dengan menerapkan kaprah protokol kesehatan

Lebak (ANTARA) – Kawasan destinasi wisata Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, masih ditutup untuk pencegahan penyebaran COVID-19 kendatipun struktur kehidupan baru dimulai.

“Kami harus berkoordinasi dengan Tugas Gugus setempat untuk membuka kawasan wisata Badui itu,” ncakap Kepala Seksi Destinasi Dinas Pariwisadata Kabupaten Lebak Usep Suparno di Lebak, Rabu.

Pemerintah Kabupaten Lebak belum bisa memastikan bila angka destinasi wisata baikbudi Badui dibuka pulang, malahan kasus pasien COVID-19 di bilangan ini melonjak.

Selama ini angka Badui dilarang dikunjungi wisatawan beres domestik maupun mancanegara. Bahkan di gerbang gaba-gaba dilakukan penjagaan oleh petugas untuk menggalang penyebaran COVID-19. Selain itu juga ras Badui pun tidak boleh berlayar ke luar bilangan, kecuali mereka ada keperluan signifikan-berfaedah.

Pembukaan angka destinasi wisata Badui itu tentu harus memenuhi syarat di antaranya kesiapan menghadapi era normal baru dan perkembangan penyebaran COVID-19, serta rekomendasi Tim Gugus Tugas Kabupaten Lebak.

Baca juga: Cegah COVID-19, kawasan pemukiman Badui ditutup bagi wisatawan

Baca juga: Pemkab Lebak batal laksanakan tradisi “Seba Badui”

Selain itu destinasi wisata harus beragama Surat Edaran Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Nomor 556/194/Dispar/2020 tentang imbauan porsi para pengelola destinasi wisata dan kerajaan hiburan agar menerapkan protokol kesehatan, rupa menyediakan kerajaan siram tangan, hand sanitizer, alat pengukur suhu badan, dan berkoordinasi dengan petugas medis setempat.

“Kami saat ini tengah menyusun pembukaan wisata Badui dan wisata lainnya di Lebak dengan menerapkan standar protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija, memerintah, penutupan angka wisata di daerahnya untuk menggalang penyebaran Virus Corona agar tidak sampai berumbi ke permukiman masyarakat Badui.

Sebelum mengambil keputusan, ncakap dia, tetua lembaga baikbudi Baduy membuat musyawarah untuk menyepakati penutupan sementara bermula kunjungan wisatawan.

Selain itu, menurut Jaro, ras Badui juga tidak boleh berlayar ke luar bilangan, terkecuali mereka ada keperluan signifikan-berfaedah yang diperbolehkan dengan mendapatan izin.

“Kami belum berani membuka kawasan wisata Badui dan menunggu kepastian pemerintah setempat,” katanya.

Baca juga: Wisatawan dilarang kunjungi Badui Dalam selama tiga bulan

 

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *