Tur Virtual, Strategi Promosi Wisata Kala Pandemi – Bebas Akses

KOMPAS/VINA OKTAVIA

Seorang pengunjung memotret Danau Lebar yang terletak di zona pemanfaatan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, akhir November lalu. Danau itu lazim dikembangkan berperan salah satu destinasi berpesiar minat khusus di TNBBS.

Akibat pandemi Covid-19, bidang pariwisata di Indonesia rontok. Tak ingin bertawakal, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggagas piknik berpesiar virtual seolah-olah strategi promosi berpesiar buana dan budaya yang berperan keunggulan wilayah.

Senin (15/6/2020) berperan hari yang dinanti Ayu Sintia (19), dewasa asal Bandar Lampung yang punya hobi bertele-tele. Hari itu, dia seiring 50 peserta lainnya bersikap terlibat piknik berpesiar virtual ”Bumi Sekala Bekhak” di Lampung Barat yang diadakan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Uniknya, Ayu tak perlu berakar ke lokasi berpesiar. Dia bisa menikmati pemandangan itu sembari bergoyang-goyang di kamarnya. Tepat pukul 13.00, dia bergugus dengan tautan aplikasi Zoom yang diundang penutur maklumat acara. Peran penutur maklumat layaknya pemandu perjalanan. Mereka tidak hanya menuju lokasi, tetapi juga bergerak kisah dan warita berkenaan obyek berpesiar itu.

Pencerita piknik berpesiar virtual itu adalah Endang Guntoro Canggu yang berperan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Lampung Barat. Endang mengawali piknik virtual dengan menyapa para peserta. Dia lalu mengajak peserta ”bertele-tele” ke tanahraya berpesiar buana dan budaya yang ada di Lampung Barat menggunakan Google Maps dan dokumentasi foto.

KOMPAS/VINA OKTAVIA

Tangkapan layar pada aplikasi Zoom meeting bilamana piknik berpesiar virtual melintas, Senin (15/6/2020). Foto kategori hutan pinus di Lampung Barat ditampilkan untuk menghidupkan imajinasi peserta.

Perjalanan berpesiar ke Lampung Barat dimulai dengan mengunjungi Hutan Pinusan yang terletak di Desa Sukapura, Kecamatan Sumberjaya, Lampung Barat. Kabut pagi dan hijaunya daun pinus yang ditampilkan mampus foto seakan membawa Ayu merasakan dinginnya udara di Lampung Barat.

Peserta lalu diajak menikmati beningnya Air Terjun Cengkaan di Desa Way Petay, Sumber Jaya, yang bertahap sekitar 5 kilometer berpokok Hutan Pinusan. ”Senang amat bisa menodongkan pemandangan rupawan di Lampung Barat mampus foto. Tur virtual ini cukup mengobati kerinduan saya untuk bertele-tele di buana,” pikiran Ayu.

Tur virtual ini cukup mengobati kerinduan saya untuk berpetualang di buana. (Ayu Sintia)

Perjalanan berpesiar buana di Lampung Barat belum rapi. Dari situ, peserta diajak menodongkan kampung kopi di Desa Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam. Desa yang bertindakberkelas di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas aspek laut (mdpl) itu berperan pusat budidaya dan sekolah kopi robusta Lampung. Tak hanya menyajikan hamparan tanaman kopi yang berlayar memerah, Endang juga mangap tentang proses pengolahan keturunan kopi hingga berperan secangkir kopi gres.

Baca juga : Wisata Virtual jadi Norma Baru Pariwisata 

KOMPAS/VINA OKTAVIA

Aktivitas petani kopi di Desa Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat, ditampilkan pada peserta piknik berpesiar virtual yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Senin (15/6/2020).

Selain berpesiar buana, peserta juga diajak beranjangsana ke Gedung Dalem Kepaksian Pernong yang berperan pusat kegiatan budaya di Kerajaan Adat Sekala Bekhak di Lampung Barat. Penjelasan dan deskripsi suasana di lokasi memudahkan peserta bermaksud seolah bertindakberkelas di Lampung Barat. Tak lupa, Endang juga memberikan warta tanahraya pembelian oleh-oleh khas Lampung Barat yang bisa dikunjungi wisatawan.

Selama piknik virtual, hanya Endang dan seorang moderator yang boleh berceloparmulut. Peserta boleh menyampaikan pertanyaan mampus kolom percakapan. Semua pertanyaan yang jaga akan langsung dijawab.

Perjalanan sekitar dua jam mengelilingi Lampung Barat itu berperan pengalaman gres potong Ayu. Cerita yang dipaparkan Endang semakin bersaksi keinginannya mengunjungi heterogen tanahraya berpesiar itu nanti.

Suasana silaturahmi Idul Fitri di Lampung Barat yang dikemas berbobot pesta sekura di Desa Kenali, Kecamatan Belalau, Lampung Barat, Sabtu (18/7). Saat Idul Fitri, kelompok Lampung Barat saling mengunjungi antardesa menggunakan sekura (topeng). Tradisi sakura diturunkan sejak abad ke 9, bilamana itu berjalan perang bani antara pengikut Ratu Sekerumong dan pengikut Maulana Penggalang Paksi.

”Sebelumnya, saya berkeputusan pernah pelesir di Lampung Barat. Namun, ada beberapa tanahraya yang belum pernah saya kunjungi, ragam kampung kopi dan alam fatsun Sekala Bekhak. Saya menang tertarik ingin ke sana langsung,” ujar Ayu.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Lampung Barat Tri Umaryani bercakap, pandemi Covid-19 menumbuhkan bidang berpesiar ambruk. Di tengah keterbatasan sekat gerak, Pemkab Lampung Barat berinovasi dengan meluncurkan perjalanan virtual ke sejumlah incaran berpesiar di Lampung Barat.

Baca juga: Geliatkan Wisata, Lampung Barat Gelar Tur Visual 

Pandemi Covid-19 juga diprediksi menumbuhkan pol keluarga menyukai liburan yang dilakukan di auditorium atau tanpa mengerjakan perjalanan. ”Untuk merespona bagian itu, kami berinisiatif mengadakan piknik virtual untuk mengenalkan pariwisata Lampung Barat. Ini berperan kesempatan untuk mempromosikan potensi berpesiar buana dan minat khusus yang ada di Lampung Barat,” wicara Tri.

Wisatawan menikmati keindahan Keramikan, salah satu sumber air rusuh yang terletak di zona pemanfaatan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, akhir November lalu. Kawasan itu lazim dikembangkan berperan salah satu destinasi berpesiar minat khusus di TNBBS.

Lewat piknik virtual ini, peserta diajak menodongkan lebih dekat berpesiar buana dan budaya yang berperan keunggulan di Lampung Barat. Para peserta diharapkan tertarik untuk beranjangsana secara langsung bilamana pandemi mundur.

Saat ini Pemkab Lampung Barat memang belum membuka secara resmi tanahraya berpesiar. Pemerintah tinggal menyiapkan protokol kesehatan di era bentuk gaib gres di bidang pariwisata agar pengunjung bisa pelesir dengan lega.

Pemkab berkehendak menggelar piknik virtual seolah-olah dengan rute perjalanan berpesiar lain di Lampung Barat. Menurut Tri, tinggal pol lokasi wsiata yang bisa dikunjungi, antara lain berpesiar buana di Danau Ranau dan Kramikan di zona pemanfaatan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Lewat piknik virtual itu, pemerintah  berjuang memelihara denyut pariwisata sekaligus mengobati kerinduan para pencinta buana bilamana mereka tinggal harus bertindakberkelas di auditorium.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)  Lampung Friandi Indrawan mengucapkan,  pengusaha hotel di Lampung yang berlayar membuka putar usahanya juga lazim  menyiapkan promosi berpesiar yang berguna. Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan agen perjalanan berpesiar untuk merancang promosi bestelan berpesiar dengan bertekan menyahut protokol kesehatan dan keamanan potong pengunjung.

Pihaknya mendukung upaya promosi yang dilakukan pemerintah wilayah, ragam piknik berpesiar virtual yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Promosi seolah-olah perlu dilakukan wilayah lain agar semakin pol keluarga yang mengenal dan tertarik beranjangsana ke Lampung.

Sudah Berlangganan? Silakan Masuk

Baca Berita Korona Terkini di Kompas.id, GRATIS

Harian Kompas berikan BEBAS AKSES untuk seluruh butir di Kompas.id berkenaan virus korona.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *