Wisata PLTD Apung di Banda Aceh Kembali Buka, Ini Jam Buka dan Aturan Kunjungan

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Obyek pesiar PLTD Apung berperan salah satu bumi pesiar favorit distribusi wisatawan yang ada sintal lingkungan kota Banda Aceh dan luar induk beras kota Provinsi Aceh.

Menurut pengelola Museum PLTD Kapal Apung, bagian ini terutama sejak bumi pesiar tersebut dibuka putar di era jamak terkini.

Baca juga: Banda Aceh Tata Kembali Tempat Wisata Sesuai Protokol New Normal

“Sejak kita buka seminggu yang lalu, para pengunjung mulai berdatangan ke sini bisa sampai 80 orang dalam sehari,” pikiran Pengelola Museum PLTD Apung, Mahlil di Banda Aceh, Selasa (16/6/2020).

Ia berjalan sintal pembukaan putar destinasi pesiar tersebut, bertumpu menerapkan protokol kesehatan kepada pengunjung sintal menegah penyebaran Covid-19.

Salah satunya adalah pembatasan pengunjung yang berpangkal ke sintal museum yakni hanya sebanyak 100 warga.

Wisatawan asal Rusia mengabadikan Monumen Tsunami PLDT Apung saat berkunjung di Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh, Selasa (25/12/2012).SERAMBI INDONESIA/BUDI FATRIA Wisatawan asal Rusia mengabadikan Monumen Tsunami PLDT Apung semisal bertandang-berlanglang di Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh, Selasa (25/12/2012).

Kemudian menghalangi asalkan kepada pengunjung yakni untuk setiap warga maksimal 30 menit dan selanjutnya dapat berselang-seling dengan pengunjung lainnya. Pengunjung juga harus berpedoman seluruh protokol kesehatan.

Baca juga: Wisata ke Sabang Aceh, Turis Harus Bawa Surat Bebas Covid-19

“Kita juga menyediakan tempat mencuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh dan tidak mengizinkan masuk kepada pengunjung yang tidak menggunakan masker,” katanya.

Ada pun jadwal naungan museum PLTD Apung adalah Senin sampai Minggu yakni berbunga pukul 8:30 WIB-11:30 WIB dan dibuka putar pada cermat hari pukul 14:30 WIB sampai 16:00 WIB.

“Khusus hari Jumat kita buka semisal segeh shalat Jumat,” katanya.

PLTD Apung di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Objek pesiar itu berperilaku kapal luas di tengah kota yang membilangi sungguh dasyatnya balasan air laut pada 24 Desember 2004.

Baca juga: Kapal PLTD Apung, Oleh-oleh dari Tsunami Aceh

Kapal dengan lancip 63 meter dan bobot 2.600 ton itu terhempas air laut hingga 4 kilometer berbunga lokasi tampang di Pelabuhan Ulee Lheu.

Kapal yang awalnya menghasilkan listrik 10,5 megawatt itu menindas gedung yang dilewati lalu reda diatas satu artikel pendapa dan pemakaman. (Zubaidah/Adi Lazuardi)

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *