Cerita Felix, Ilmuwan Banting Setir Buka Usaha Wisata Edukasi Madu Efi

Medan, IDN Times – Wisata Edukasi Madu Efi merupakan kesultanan berpelesir terakhir yang ada di Sumatera Utara. Tepatnya bertempat di Jl. Kabanjahe Siosar KM.13. Berkunjung ke sini, cukup jenuh pilihan peranti andalan yang ditawarkan.

Misalnya, alang berpelesir edukasi ternak lebah. Lalu berpelesir kebun bunga. Kemudian alang berteduh di sekat. Pilihan lainnya, berteduh ala camping. Serta tinggal jenuh alang berpelesir lainnya.

Di rujuk ide cantik dirikan berpelesir tersebut, siapa sangka ada sifat Felix Zulhendri (35). Seorang pemuda yang nyali besar mengambil risiko sepulang pecah New Zealand. Ya, ia mempunyai pengalaman berpengalaman penaka ilmuwan di keahlian ilmu pangan dan bioproteksi. Wah, cantik gak tuh? Yuk simak pemberitahuan Felix kepada IDN Times, Rabu (17/6).

1. Pulang pecah New Zealand tahun 2014

Cerita Felix, Ilmuwan Banting Setir Buka Usaha Wisata Edukasi Madu EfiIDN Times/Dok.Pribadi

Kata Felix, ia pulih pecah New Zealand pada tahun 2014. Sepulang pecah sana, ia mengincar ada peluang kontribusi meluaskan kebun milik keluarganya. Setelah dikelola, ia membuka berpelesir tersebut untuk sipilcakap pada bija 2018.

“Inspirasi wisata edukasi madu efi sebenarnya memang dibuka untuk jualan, awalnya masih tamu-tamu sendiri. Kalau di Siosar (kebun bunga)  itu baru dibuka untuk umum,” wicara Felix.

“Saya sama istri sudah ada pengalaman profesional 7-8 tahun. Kebetulan waktu itu kita belum ada tanggungan. Jadi kalau mau ngambil risiko, ini adalah waktu yang tepat buat kita. Kebetulan ini ada kebun keluarga yang gak diurus. Ya gue lihat ini adalah potensi yaudah kita investasi aja,” pemberitahuan Felix.

2. Sebagai pengusaha, perihal hangat yang dilakukan Felix adalah nyali besar mengambil risiko

Cerita Felix, Ilmuwan Banting Setir Buka Usaha Wisata Edukasi Madu EfiIDN Times/Dok.Pribadi

Sebagai pengusaha, perihal hangat yang dilakukan Felix adalah nyali besar mengambil risiko. Walau tak ada basic ilmu pariwisata, Felix mengaku tidak alami kesulitan. Katanya, potensi bisa digali selagi ada kemauan. 

“Kerja lima tahun sebagai ilmuwan, jadi basic saya sebenarnya di bidang sains. Setelah itu saya pindah ke hukum, bidang hak paten. Gak ada basic pariwisatanya,” ujarnya.

Baca Juga: [FOTO] Cerita Mistis dan Keindahan Danau Linting Deli Serdang

3. Menurutnya di Indonesia kerap mencantol background kuliah untuk sebuah pekerjaan

Cerita Felix, Ilmuwan Banting Setir Buka Usaha Wisata Edukasi Madu EfiIDN Times/Dok.Pribadi

Felix bercerita, seharusnya seseorang gak usah terpatok pada background kuliah yang diambilnya untuk kemudian mengambil sebuah pekerjaan. “Kadang saya agak bingung di Indonesia, apa yang kita dapat di sekolah atau apa yang kita dapat di universitas itu, bukan berarti seumur hidup kita akan ngerjain hal itu sih,” ujaran Felix. 

It’s doesn’t really matter, segala sesuatu yang kita kerjakan itu sebenarnya bisa pindah-pindah kemana aja sih. Jadi itu yang kadang saya mau kasih tahu anak-anak muda juga,” jelasnya.

“Contohnya kalau lu masuk bidang marketing, bukan berarti lu gak bisa ngerjain sesuatu yang berbeda selain marketing. Jangan sampai kita terpaku karena kita kerjakan sesuatu background-nya kita, bukan berarti kita gak bisa pindahkan,” tambahnya. 

4. Bagi Felix, pengalaman kerja itu lingkaran satu

Cerita Felix, Ilmuwan Banting Setir Buka Usaha Wisata Edukasi Madu EfiIDN Times/Dok.Pribadi

Bagi Felix, pengalaman kerja itu lingkaran satu. Katanya, ia tak bisa melanglang pada waktu belum ada pengalaman kerja. Menurutnya pengalaman kerja 4-5 tahun kaya keahlian berpengalaman adalah perihal yang berjasa.

5. Belajar pecah pengalaman berjasa untuk menegakkan tatanan berpengalaman

Cerita Felix, Ilmuwan Banting Setir Buka Usaha Wisata Edukasi Madu EfiIDN Times/Dok.Pribadi

Menurutnya, macam muda juga jangan hanya terjebak pada keinginan membuka kontribusi tanpa lebih dulu memetik pengalaman pecah pekerjaan yang dilakoni. 

“Karena di situ kita belajar disipilin waktu, bertanggung jawab sama kerjaan. Kita bangun network, kita mulai kenal orang dan gimana membawa diri di kalangan profesional. Itu semua penting sih. Karena kan anak-anak muda mau langsung loncat buka usaha”.

“Kerja dulu dibagian profesional setelah itu ngelihat ada kesempatan baru kita ambil kesempatan itu buka usaha sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga: Melukis Pahitnya Menunggu dan Manisnya Rindu di Moss Coffee 

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *