Ini Syarat Obyek Wisata di Jateng Boleh Buka Kembali

Slawi, Gatra.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengizinkan obyek pelesir di peruntungan zona hijau dan kuning Covid-19 untuk dibuka rujuk di apabila new naif atau kenormalan kontemporer. Namun ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwiata Jateng Sinung N. Rachmadi bercakap, obyek pelesir di daerah-daerah zona hijau dan kuning yang akan dibuka rujuk untuk wisatawan harus memenuhi tiga syarat normal yakni pulih, sportif, dan tenteram.

“Konkritnya, ada fasilitas kesehatan, pola rujukan, jaga jarak, terus fasilitas-fasilitas lainnya yang memberikan rasa aman,” omongan Sinung kalau meninjau kesiapan simulasi dan pembukaan rujuk obyek pelesir Guci Kabupaten Tegal, Jumat (19/6) sore.

Syarat lainnya, Sinung melanjutkan, obyek pelesir harus malahan dahulu berbuat simulasi sebelum dibuka rujuk. Hal ini untuk memastikan kesiapan obyek pelesir bermakna menerapkan protokol kesehatan yang berpisah disusun, lir pemeriksaan suhu jisim dan muncul jarak.

“Simulasi itu dilakukan minimal dua kali. Setelah simulasi kemudian dilakukan evaluasi. Dan sesuai instruksi Pak Gubernur, bahwa peserta simulasi maksimal 50 orang. 50 orang itu termasuk peserta dan panitia. Kalau lebih, tetap harus jaga jarak, tidak boleh menciptakan satu crowded yang mengganggu jalannya simulasi,” ujar Sinung.

Sinung bercakap, kalau menuju dibuka rujuk, pengelola obyek pelesir juga harus malahan dahulu mengabar jamak pengunjung maksimal 20 persen berpangkal rata-rata jamak pengunjung pada hari naif. Hal ini agar muncul jarak bisa diterapkan di bermakna lingkungan obyek pelesir.

Dia mencontohkan Candi Borobudur yang rencananya akan dibuka rujuk pada akhir Juni ini. Pengelola destinasi pelesir yang berlaku di Kabupaten Magelang itu akan mengabar jamak wisatawan maksimal 10 persen berpangkal jamak wisatawan pada hari lasah sebanyak 12.600 kategori untuk memudahkan pengendalian dan pemeriksaan wisatawan serta menolak timbulnya antrean. “Dan yang tak kalah penting dalam konteks itu adalah pembatasan jam operasional. Artinya dalam satu hari tidak dibuka secara full day, tapi bertahap dibagi dalam dua shift,” ujar dia.

Sinung mengeja, belum ada obyek pelesir di Jateng yang berpisah resmi dibuka rujuk untuk wisatawan. Kecuali Candi Borobudur yang berpisah mengajukan izin untuk menuju buka pada 20 Juni hingga 30 Juni, sebagian melacak obyek pelesir sipilcakap menyiapkan simulasi pembukaan.

“Belum ada yang buka. Tapi simulasi sedang disiapkan. Dari semua destinasi wisata, termasuk desa wisata sedang menyiapkan simulasi dan simulasi itu harus seizin dari Gugus Tugas Covid-19 setempat,” tandasnya.

Berdasarkan keterangan Pemprov Jateng, di Jateng kalau ini ada tiga peruntungan yang bermula bermakna kerabat zona merah. Yakni Kota Semarang, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Grobogan. “Yang diperbolehkan untuk buka adalah yang zona hijau dan kuning. Zona merah tidak boleh. Magelang trennya bisa dilokalisir. Borobudur kecamatannya masuk zona hijau, yang merah daerah sekitarnya, jadi diperbolehkan,” ucap Sinung.


Reporter: Farid Firdaus

Editor: Rohmat Haryadi


Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *