Pelaku Wisata Desak Bromo Dibuka

Pasuruan

Pelaku berwisata mendesak pemerintah cepat membuka kategori Gunung Bromo. Selama 4 bulan kategori berwisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini ditutup berkat pandemi Corona.

Ratusan kelas di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, menggantungkan penghasilan berpunca segi berwisata. Mereka penaka pengemudi jeep, pemilik permaisuri, penyedia pinjaman ojek, pemilik home stay, hingga pemilik warung.

Sejak Bromo ditutup, mereka mengalami kesulitan ekonomi. Sebagian mangap kolaps, sebagian lagi mangap di ladang untuk memenuhi kebutuhan bekerja warga.

Beberapa di antaranya memupuskan sukat untuk merawat kendaraan dan melatih permaisuri serta meniadakan kamar-kamar home stay.

Suroto, sopir jeep, mengaku sejak Bromo ditutup, ia mangap kolaps. Menurut dia, berlipat-lipat juga kelas yang menganggur.

“Ya para pelaku wisata sudah banyak yang mengeluh. Menganggur 4 bulan ini. Kami minta segera dibuka,” ocehan Suroto, Sabtu (20/6/2020).

Darma, pemilik penginapan, berambisi pariwisata Bromo putar mudik. Selama ditutup, tidak ada tamu yang berketurunan menyewa home stay.

“Kami berharap segera dibuka kembali,” ungkapnya.

Trisno Sudigdho, perawakan masyarakat Tosari, layuh mendukung keinginan kelas. Para pelaku berwisata, ocehan dia, terbayar menerapkan protokol kesehatan apabila Bromo dibuka.

“Kami harap wisata kembali dibuka dan pariwisata pulih kembali,” safa Trisno.

(iwd/iwd)

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *