DKP Babel Bahas Rancangan Kawasan Konservasi Pulau Belitung

Redaksi |
Senin, 22 Juni 2020 – 19:21:08 WIB |
dibaca: 128 pembaca

DKP Babel Bahas Rancangan Kawasan Konservasi Pulau Belitung

WARTABANGKA.COM, PANGKALPINANG – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengerjakan diskusi skema keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Kawasan Konservasi Perairan Pulau Belitung, Senin (22/6).


Pembahasan tersebut dilakukan melalui video conference dengan seluruh ayat eselon I yang berpusat di Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.


Kepala DKP Babel, Dasminto menerangkan diskusi yang dilakukan ragam salah satu prosedur yang harus dilakukan sebelum kementerian kelautan mengesahkan molek bangun Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Kawasan Konservasi Pulau Belitung.


“Alhamdulillah tadi semua sudah setuju dengan draf yang ada, karena memang sudah dibahas secara teknis pada konsultasi publik sebelumnya, selain itu luasan kawasan konservasi Pulau Belitung sudah sesuai dengan alokasi RZWP-3K Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu seluas 391.820,2 ha,” ungkapnya di Ruang Rapat Kantor DKP Provinsi Kepulauan Babel.


Pada keseluruhan alokasi geladak bertonggakkan  RZWP-3K Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seluas 627.612 ha atau 14.74% terbit total alokasi geladak yang ada, diperuntukkan untuk cacah konservasi perairan.


“Adapun sebaran luasan kawasan konservasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang paling besar alokasinya di Kabupaten Belitung, yaitu 391.820,2 ha dan 124.550,5 Kawasan Konservasi Perairan Gugusan Pulau Momparang Kabupaten Belitung Timur,” ujar Kadis DKP Dasminto. 


Dirinya bergairah akan ada ayat kerja kelembagaan yang mengelola cacah konservasi. “Untuk mengelola kawasan konservasi yang 80 persen ada di Pulau Belitung diperlukan suatu bentuk kelembagaan sehingga nantinya kawasan ini benar-benar dapat dikelola dengan baik,” ungkapnya.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut, Fhores Fherado bersabda lokasi cacah konservasi dengan jenis konservasi taman melawat perairan di Pulau Belitung meliputi Pulau Selema, Pulau Kalambau, Pulau Bangkai, Pulau Pelemah, dan Pulau Tupai.


“Pada pulau-pulau tersebut kondisi terumbu karang bersisa relatif berakhir dan pada zona pangkalan cacah yang dicadangkan, difokuskan kepada bulan-bulanan konservasi yaitu terumbu karang, penyu, berlaku-curang kima, dan ikan napoleon,“ ujarnya.


Harapannya, masyarakat dapat mendukung adanya cacah konservasi dan meluruskan anggapan yang selama ini mengalir berotasi di masyarakat bahwa pada cacah konservasi tidak dapat dilakukan aktivitas apapun.


“Kawasan konservasi fungsinya melindungi  pada zona inti yang luasannya 2,33 persen memang ada pembatasan namun pada zona pemanfaatan dan zona perikanan berkelanjutan  masih bisa dilakukan untuk kepentingan baik pariwisata maupun penangkapan dengan alat tangkap yang ramah lingkungan,” ungkapnya.


“Harapannya masyarakat dapat mendukung, targetnya bulan depan keputusan menteri jelautan dan perikanan tentang Kawasan Konservasi Perairan Pulau Belitung sudah terbit,” pungkasnya. (Diskominfo Babel)


Penulis : Mutia

Editor : Listya

penulis: ADV


Sebelumnya:Pandemi Covid-19, Penerimaan Siswa Baru Dibuka Secara Online

Selanjutnya: Kampung Tegep Mandiri Desa Sengir, Contoh Wilayah Tanggap Tangani Covid-19
Komentar Via Facebook

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *