Pegiat Wisata Langkat Terpaksa Bersabar Dampak Covid-19, Pungli Wisata Malah Tumbuh

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRI BUN-MEDAN.com, STABAT – Potensi belacak tempat lopak berkeliling(kota) di Kabupaten Langkat bersisa lumpuh akibat penutupan sementara pandemi Covid-19.

Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin belum membersitkan kebijakan pembukaan tempat lopak berkeliling(kota) di Bumi Betuah hingga apabila yang belum ditentukan.

Kebijakan ini gawat terdampak ransum pegiat berkeliling(kota) dan keluarga yang berjumbai berkiprah di tempat lopak macam sumber asas mata pencaharian. Seperti yang diungkapkan pegiat berkeliling(kota) yang tergabung sintal Forum Komunikasi Wisata Bukit Lawang, Senin (22/6/2020).

“Kebijakan memang di Bupati. Kadis pasti gak berani ngomong. Kita jadi menunggu mau tidak mau. Kami juga sudah dapat surat edaran Kemenkes standar protokol kesehatan sembari menunggu keputusan Bupati. Kami sudah siapkan juga semua fasilitas sesuai protokol kesehatan, tinggal thermogun saja karena mahal. Misal kami siapkan pun untuk apa kalau kebijakan gak sejalan,” wicara Wakil Ketua Forum Komunikasi Wisata Bukit Lawang, Mis Bakti.

Desakan agar berkeliling(kota) dibuka pulang memasuki era Kenormalan Baru tuntas pernah dilakukan sekitar 61 pelaku berkeliling(kota), dengan mendatangi Kantor Dinas Pariwisata Langkat.

Mereka mengajak Kadis Pariwisata beraudensi dan berhasrat kepastian kebijakan, evaluasi dan persiapan tempat lopak berkeliling(kota) menyikapi persiapan new gaib ketika Covid-19.

Mis Bakti membeberkan kekecewaan mereka seandainya memitar lingkungan lain, dimana tempat lopak wisatanya tuntas pergi berunding dengan menerapkan protokol kesehatan. Bahkan mal-mal pusat perbelanjaan tegak buka di misalnya Covid-19.

Pelaku berkeliling(kota) merasa dianaktirikan, berkat seakan terjadinya diskriminasi dibandingkan tempat lopak pertanian, ternak dan pasar yang tegak beraktivitas. Pasalnya berkeliling(kota) Bukit Lawang merupakan tempat lopak yang mendominasi macam sumber mata pencarian masyarakat setempat.

“Kalau memang tutup ya tutup semua, termasuk usaha sektor karet, pasar pekan jangan dibuka, nanti kan bisa ada kecemburuan sosial kalau terus begini. Kami sudah membuat surat pernyataan bersama supaya wisata dibuka kembali ditembuskan ke Kadis Pariwisata, Bupati, Camat Bahorok, Dandim, Gugus Covid-19 Langkat, Polres Langkat,” wicara partikel Forum Komunikasi Wisata Bukit Lawang, Ance.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *