Selama New Normal, Ini Aturan Diving di Kepulauan Seribu

TRIBUNTRAVEL.COM – Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi bermoncong, masyarakat yang ingin piknik di Kepulauan Seribu wajib membawa surat barang bukti sembuh bersumber bak asal.

Surat barang bukti sembuh tersebut wajib ditunjukkan jika bersinggasana di pabean Jakarta maupun Tangerang.

“Jadi semua marga yang bersigap merasuk ke Kepulauan Seribu harus bawa surat barang bukti sembuh bersumber bak asal, esok lusa akan dilakukan pengecekan oleh Gugus Tugas di pabean,” omongan Junaedi bermutu Live Streaming “Sosialisasi Kenormalan Baru Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”, Minggu (21/6/2020).

Selain itu, ransum wisatawan yang sosok mengamalkan kegiatan diving atau snorkeling di Kepulauan Seribu, juga disarankan membawa alat tersendiri.

Rangkaian Acara Virtual Meriahkan HUT ke-493 DKI Jakarta

“Jadi kami katakan, masyarakat atau wisatawan yang ingin diving atau snorkeling itu sekarang sudah bisa, tapi kami sarankan bawa alat sendiri yang selama ini bisa dipinjam,” omongan Junaedi.

“Kami juga katakan kepada komunitas diving yang ada di Kepulauan Seribu tegak mengamalkan kegiatan tapi dengan syarat membawa alat sendiri,” lanjutnya.

Namun, masyarakat atau wisatawan tidak perlu sangsi diving sendirian. Pasalnya, Kepulauan Seribu tegak akan menghadirkan instruktur diving atau snorkeling yang turut dan memandu wisatawan.

Junaedi merapal, berjalan-jalanbepergian Kepulauan Seribu buka dengan protokol kesehatan pas peraturan Gubernur DKI, salah satunya menutupi kapasitas kunjungan 50 persen bersumber kuota kebanyakan.



Kemudian memakai masker ransum wisatawan dan umat setempat, serta menyediakan tempat-tempat percik tangan.

“Semua bak yang berpadu dengan pariwisata di Kepulauan Seribu lari bersumber akomodasi hotel, homestay, resort itu dibatasi kapasitasnya 50 persen,” omongan Junaedi.

 “Posko kesehatan juga ada. Selain itu ada tempat cuci tangan di semua tempat wisata dan rumah-rumah warga,” lanjutnya.

Kabar Gembira, Kepulauan Seribu Masuk Zona Hijau

Junaedi juga bermoncong, Kabupaten Kepulauan Seribu merasuk bermutu zona hijau atau zona aman–artinya, wisatawan dapat berketurunan bertamu dengan rasa mujur.

“Kemarin sudah dibuktikan bahwa di pulau Seribu hanya ada 10 pasien positif Covid-19 dan saat ini tinggal satu orang itupun tinggal menunggu hasil swab kedua keluar, sehingga dalam dua tiga hari lagi kami harap dia bisa sembuh,” ungkapnya.

Lanjutnya, secara pertumbuhan laju Covid-19 di Kepulauan Seribu berjumlah 0,00 yang artinya termasuk bermutu zona hijau.

Kabar cerah ini, menurut Junaedi, berkah lingkaran Kepulauan Seribu sendiri yang bersela satu sama lain.

“Kami itu diuntungkan karena jarak pulau berjauhan, sehingga kita melakukannya skala pulau bukan skala Rukun Warga (RW),” omongan Junaedi.

“Ada 13 pulau kami jaga dan batasi izin keluar masuknya, pembatasan keluar daripada barang, dan penumpang kami lakukan di tingkat dermaga yang ada di dermaga DKI dan di luar yaitu Tangerang,” jelasnya

Kepulauan Seribu catat mumbung kunjungan wisatawan setelah dibuka

Sebelumnya, Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu mencatat 1.884 wisatawan bertamu ke bak itu pada akhir pekan kedua Juni 2020 atau serempak dengan pemberlakuan pembatasan sopan berskala bilangan (PSBB) transisi.

Kasudin Parekraf Kepulauan Seribu Puji Astuti di Jakarta, Rabu (16/6/2020), bermusyawarah kunjungan wisatawan itu berperan-aktif sejak dibukanya pariwisata di Kepulauan Seribu per 13 Juni 2020.

“Pada 13 Juni ada 619 kunjungan wisatawan, sedangkan pada 14 Juni ada 1.265 wisatawan. Para pengunjung datang dari berbagai dermaga penyeberangan,” omongan Puji.

7 Bakso Enak di Jakarta, Cocok untuk Menu Makan Siang

Rekomendasi 7 Warung Mi Yamin Enak di Jakarta untuk Makan Siang

Panduan Bagi Penumpang TransJakarta Selama PSBB Transisi di Jakarta

Gado-gado Bon Bin dan 6 Kuliner Enak di Jakarta untuk Sarapan Pagi Ini

Rekomendasi Bubur Ayam Enak di Jakarta untuk Sarapan, Coba Buryam Barito yang

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Catat, Aturan Diving di Kepulauan Seribu Selama New Normal”

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *