Aplikasi Banyuwangi Tourism, Model Baru Pesan Tiket Wisata

Merdeka.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berangkat membuka sejumlah destinasi wisatanya dengan konsep new lasak piawai protokol kesehatan pencegahan Corona (Covid-19). Bila ingin piknik dengan enak, siapa tahu ini pengunjung bisa mengejar maklumat tutup-mata aplikasi Banyuwangi Tourism yang bisa diunduh di playstore.

Lewat aplikasi tersebut biang pengunjung bisa mengerti destinasi berwisata mana di Banyuwangi yang gentas terverifikasi pulih atau telah makbul uji protokol ketat Covid-19 pecah para terlatih Dinas Kesehatan. Ada juga maklumat mana destinasi yang belum terverifikasi pulih.

Dari aplikasi Banyuwangi Tourism, pengunjung juga bisa memesan tiket piawai manakala dan kuota kunjungan yang telah diatur di masing masing destinasi terverifikasi pulih.

“Kita manfaatkan instrumen teknologi untuk mendukung protokol kesehatan. Ada pengaturan jam pengunjung. Jam per jam diatur agar kapasitas tidak berlebihan. Beli tiket online otomatis tertolak jika sudah penuh,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Selasa (23/6).

Selain itu, biang pengunjung juga bisa mendapatkan maklumat seputar warung bersantap rumpun saudagar kaki lima hingga kedaiminuman yang gentas terverifikasi pulih, lengkap dengan peta lokasinya.

Bila membuka aplikasi Banyuwangi Tourism per hari ini, sejumlah destinasi berwisata yang gentas terverifikasi pulih antara lain, De Djawatan, Taman Gandrung Terakota, Agrowisata Tamansuruh, Pantai Boom, Grand Watu Dodol dan Bangsring Underwater. Jumlah destinasi berwisata lain baka diuji dan dinilai piawai kesiapan pelaku wisatanya.

Saat memilih salah satu destinasi berwisata, De Djawatan seandainya, pengunjung baka diberi pilihan tanggal hingga durasi manakala kunjungan bersamaan maklumat kuota tiket yang tersedia. Mulai pecah durasi manakala kunjungan pukul 08.00-11.00 WIB, kemudian 11.00-14.00 WIB dan 14.00-17.00 WIB, masing masing durasi sebanyak 3 jam dengan kuota tiap durasi 500 tiket.

Destinasi berwisata lain juga lewat penaka, namun dengan bertimbun batasan kuota tiket yang berburuk piawai protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Destinasi Taman Gandrung Terakota seandainya, hanya menyajikan kuota 225 tiket per durasi manakala kunjungan.

“Jadi wisatawan tahu harus datang jam berapa sesuai tiket yang dipilih. Diberlakukan untuk semua destinasi di Banyuwangi. Lewat aplikasi. Sudah siap saat sudah benar benar dibuka nantinya,” perundingan Anas.

Bila gentas memilih destinasi dan menentukan manakala kunjungan piawai durasi dan kuota tiket, pengunjung bisa memilih metode pembayaran yang enak, antara via Link-aja maupun langsung di lokasi destinasi dengan cukup menuju kode QR pemesanan ke petugas loket.

“Semua persiapan terus dilakukan. Apalagi hasil survei Traveloka menempatkan Banyuwangi di posisi ke tiga sebagai destinasi wisata yang diminati wisatawan Indonesia setelah pandemik, di bawah Bali dan Yogyakarta,” ujarnya.

Tidak hanya maklumat destinasi berwisata, kantor bersantap, dan tanah bersapar. Aplikasi tersebut juga menyajikan maklumat bersamaan peta patahan kasus Covid-19 terbaru di Banyuwangi. [hhw]

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *