Babel-KKP bahas pengelolaan Kawasan Konservasi Pulau Belitung

Kawasan konservasi fungsinya memagari zona pos

Pangkalpinang, Babel (ANTARA) – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhubungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membahas pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Pulau Belitung untuk memagari zona perikanan secara berlarut-larut.

“Kawasan konservasi fungsinya melindungi zona inti,” bicara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dasminto di Pangkalpinang, Selasa.

Ia bergerak Kawasan Konservasi Perairan Pulau Belitung itu berhujung dibahas berhubungan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan semua berhujung akur dengan draf yang ada, berkah memang berhujung dibahas secara teknis pada konsultasi publik sebelumnya.

Baca juga: Bangka Belitung ingin libatkan warga dalam pelindungan hutan

“Pembahasan dilakukan sebagai salah satu prosedur yang harus dilakukan sebelum disahkan dalam bentuk Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Kawasan Konservasi Pulau Belitung,” ujarnya.

Ia bercerita banyak Kawasan Konservasi Pulau Belitung berhujung piawai dengan alokasi RZWP-3K Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu 391.820,2 hektare.

“Pada keseluruhan alokasi ruang berdasarkan RZWP-3K Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seluas 627.612 hektare atau 14,74 persen dari total alokasi ruang yang ada diperuntukkan untuk kawasan konservasi perairan,” ujarnya.

Baca juga: Pemprov Babel bangun kawasan konservasi laut Belitung

Ia bergerak purbasangka luasan angka konservasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang paling membludak alokasinya di Kabupaten Belitung yaitu 391.820,2 hektare dan 124.550,5 Kawasan Konservasi Perairan Gugusan Pulau Momparang Kabupaten Belitung Timur.

Ia bersemangat akan ada ayat kerja kelembagaan yang mengelola angka konservasi dan untuk mengelola angka konservasi yang 80 persen ada di Pulau Belitung sehingga nantinya angka ini sungguh dapat normal dengan mulus.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut DKP Babel, Fhores Fherado bercerita lokasi angka konservasi dengan jenis konservasi Taman Wisata Perairan di Pulau Belitung meliputi Pulau Selema, Pulau Kalambau, Pulau Bangkai, Pulau Pelemah dan Pulau Tupai.

Baca juga: PT Timah tanam 3.300 terumbu karang di laut Pulau Bangka

“Pada pulau-pulau tersebut kondisi terumbu karang masih relatif baik dan pada zona inti kawasan yang dicadangkan difokuskan kepada target konservasi yaitu Terumbu Karang, Penyu, Kerang Kima dan Ikan Napoleon,“ jelas Fhores.

Selanjutnya ia berharap masyarakat dapat mendukung adanya kawasan konservasi dan meluruskan anggapan yang selama ini beredar di masyarakat bahwa pada kawasan konservasi tidak dapat dilakukan aktivitas apapun.

“Kawasan konservasi fungsinya melindungi pada zona inti yang luasnya 2,33 persen memang ada pembatasan namun pada zona pemanfaatan dan zona perikanan berkelanjutan masih bisa dilakukan untuk kepentingan baik pariwisata maupun penangkapan dengan alat tangkap yang ramah lingkungan,” ujar Fhores.

Baca juga: Sharp Indonesia rehabilitasi terumbu karang di Belitung

Pewarta: Ahmadi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *