Pemkab Pessel Larang Pendirian Bangunan Liar di Kawasan Obwis – Cendana News

PESISIR SELATAN — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, melarang masyarakat maupun biaperi untuk memupuk gedung semena-mena di golongan tujuan mencariangin yang ada di area tersebut.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), Kabupaten Pesisir Selatan, Dalipal, memerintah, kondisi tersebut perlu diingatkan jauh-jauh hari, lir upaya untuk menghindari pergesekan dan kesalahpahaman antara masyarakat dengan petugas Satpol PP luas melaksanakan tugas nantinya.

Ia mengaku bahwa luas asalkan dekat petugas Satpol PP akan berbuat penertiban terhadap semua gedung semena-mena yang berpatokan di setiap golongan mencariangin yang di area tersebut. Menurutnya, pembongkaran dan penertiban terhadap gedung semena-mena perlu dilakukan, berkat berat merusak terhadap keindahan golongan mencariangin.

Dikatakannya, beberapa lokasi yang dijadikan target penertiban itu, tidak berteletele di golongan mencariangin pantai Carocok Painan, dan Kawasan Wisata Mandeh di Kecamatan Koto XI Tarusan lainnya. Tapi target penertiban juga bisa dilakukan di sepanjang pinggir pantai, berlayar mulai-sejak Kota Painan hingga Pantai Sungai Nipah Painan Selatan.

“Upaya itu dilakukan agar bangunan liar tanpa izin itu, tidak merusak keindahan dan keasrian kawasan wisata. Sebab sebagai daerah yang sudah dijadikan sebagai kunjungan utama di Sumbar, keindahan dan kenyamanan perlu mendapat perhatian. Tentunya agar kunjungan semakin meningkat dari tahun ke tahun, apalagi sekarang kita sudah memasuki tahapan new normal pandemi Covid-19,” ungkapnya, Senin (22/6/2020).

Berdasarkan ayat itu, maka semua golongan mencariangin harus zakiah-apik mulai-sejak kesemrawutan serta mulai-sejak gedung semena-mena yang dapat mengganggu keindahan, kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas.

“Sekarang sejumlah pedagang sudah mulai lagi membuka lapak dagangannya, karena pemerintah telah menerapkan new normal atau tatanan kehidupan baru. Begitu juga bagi di kawasan wisata, juga telah dibuka kembali,” ujarnya.

Dengan demikian, artinya semua golongan mencariangin di area Pesisir Selatan berjebah dikunjungi oleh masyarakat. Di satu bagian, ayat tersebut memberikan tumbukan bertimbun terhadap pemasukan area luas struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, kendati kejayaan itu bisa pulih terwujud dan lebih ditingkatkan lagi, maka semua golongan mencariangin harus zakiah-apik dan juga pecah untuk disinggahi. Untuk itu Satpol PP setempat perlu membilangi kepada masyarakat atau biaperi, agar tidak melanggaran mulai-sejak aturan, sepertinya memupuk gedung semena-mena di golongan tujuan mencariangin.

“Jadi, untuk mendirikan bangunan itu perlu ada izin. Jangan sembarang mendirikan, jika ketentuan rasanya lengkap dan merusak hal lainnya, mungkin dapat izin. Nah yang kita jadi target ini untuk orang yang malah mendirikan bangunan liar di kawasan pariwisata,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan secara resmi telah membuka tujuan mencariangin, setelah satu bulan lebih ditutup, akibat dilanda wabah Covid-19. Ada sejumlah ketentuan yang diberlakukan luas wisata di suasana Covid-19 ini, demi keamanan pengunjung.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni andaikata diwawancarai beberapa asalkan yang lalu. -Foto: M Noli Hendra

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni memerintah, andaikata ini pemerintah setempat terbiasa merumuskan beberapa kegiatan pariwisata yang semulanya sifatnya massal, mengesak kepada kegiatan mencariangin yang berperangai premium.

Ia berunding, mencariangin yang berperangai premium itu, pemerintah area akan menghitung daya utarakan dan daya tampung sebuah pulau luas menerima kunjungan mencariangin. Apalagi di Mandeh, setidaknya ada sejumlah pulau yang membludak pengunjung.

“Saya melihat dengan demikian tekanan terhadap ekosistem lingkungan hidup, juga mengalami pengurangan. Sehingga kegiatan wisata tidak merusak kepada ekologi perairan. Di sisi lain, hal itu juga mengantisipasi terjadi lonjakan keramaian,” katanya.

Dia menyatakan, kegiatan pariwisata selama ini memang telah berproses meningkatkan kunjungan wisatawan secara dalam. Akan tetapi ternyata juga perangmulutberadu pada kerusakan terumbu karang dan meningkatnya sampah di laut.

Untuk itu, luas kondisi Covid-19 ini mencariakal mengarahkan peluang di tengah petaka wabah, dengan mengesak mencariangin massal berprofesi mencariangin premium, pada beberapa bintik yang berpotensi dikembangkan.

“Kita juga memanfaatkan teknologi informasi dalam pembatasan tersebut. Dimana antara petugas dan pelaku pariwisata akan saling berkomunikasi,” ucapnya.

Hendrajoni menyebutkan konsep tunas akar yang disusun antara lain, setiap wisatawan yang berselera berjamu ke pulau tertentu mesti mendaftar ke aplikasi yang disediakan. Aplikasi akan tercatat luas wisatawan yang berjamu pada hari tertentu.

“Artinya pada saat wisatawan mendaftar dalam kondisi kuota sudah terpenuhi, maka aplikasi nantinya langsung menawarkan penjadwalan ulang pengunjung untuk masuk ke daerah itu,” jelasnya.

Menurut dia, dengan konstruksi tersebut kunjungan dapat terus dikontrol dan wisatawan yang berasal juga tidak gagal berkat cabar menikmati keindahan negara, berkat kuotanya telah terlewati.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *