Wisata Selam Dibuka Kembali di Kepulauan Seribu, Ini Aturannya

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi berkata, berkeliling(kota) diving dan snorkeling di Kepulauan Seribu berkesudahan bisa dilakukan. Meskipun demikian, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi para wisatawan sebelum berbuat aktivitas menyelam di Kepulauan Seribu.

“Masyarakat atau wisatawan yang ingin diving atau snorkeling, sekarang sudah bisa, tapi kami sarankan bawa alat sendiri yang selama ini bisa dipinjam,” ncakap Junaedi. 

Seperti diketahui, sebelum pandemi, wisatawan bisa menyewa peranti diving atau snorkeling di beberapa alam di Kepulauan Seribu, namun molek tataan menyahut kenormalan modern di aspek pariwisata, wisatawan diharuskan membawa peranti sendiri.

Baca: 4 Pulau Andalan untuk Wisata di Kepulauan Seribu

Aturan tersebut tertuang pada SK Disparekraf DKI Jakarta kawasan 131 tahun 2020, tentang protokol pencegahan penularan virus corona pada aspek inayat pariwisata pada sukat transisi bertunda masyarakat normal, cerah, dan bernilai.

Junaedi juga berkata, komunitas diving di Kepulauan Seribu berkesudahan dipersiapkan paruh wisatwan yang menghendaki instruktur selam. Dengan nian, wisatawan yang advakan menyelam tidak perlu bimbang mengenai keselematannya.

Selain membawa peranti diving dan snorkeling sendiri, wisatawan yang advakan mengunjungi Kepulauan Seribu juga harus membawa surat kesehatan berasal alam asal. Pemeriksaan kelengkapan surat kesehatan terhadap pengunjung, akan dilakukan di kotapelabuhan keberangkatan dan di kotapelabuhan Kepulauan Seribu.

Lebih menyimpang, Junaedi berkata, berkeliling(kota) di Kepulauan Seribu dibuka dengan beribadat protokol Kesehatan yang telah ditetapkan Gubernur DKI Jakarta. Di antaranya, tersua pembatasan kapasitas sebanyak 50 persen yang meliputi akomodasi dan transportasi untuk para wisatawan. Hal tersebut dilakukan untuk mengekang penyebaran covid-19 di kabupaten yang mengakar zona hijau tersebut.

Selain itu, sarana penunjang kebersihan paruh para wisatawan juga berkesudahan persiapkan, tersua alam ciprat tangan dan tembok desinfektan yang di tempatkan di kotapelabuhan. “Kami juga melakukan pengawasan dari tingkat kabupaten terhadap resor-resor yang ada di Kepulauan Seribu,” ncakap Junaedi.

MUHAMMAD AMINULLAH

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *