Maaf, Wisata Kebun Buah Mangunan Bantul Belum Siap Buka

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul memastikan sampai seandainya ini Kebun Buah Mangunan belum buka untuk kunjungan wisatawan. Objek berpiknik yang dikelola DPPKP ini akan buka setelah Bantul dinyatakan bahagia semenjak penularan Coronavirus Disease atau Covid-19.

“Kami mengikuti SK Bupati [Perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19] sampai 31 Agustus,” omongan Kepal DPPKP Bantul, Yus Warseno, Kamis (6/8/2020). Bupati Bantul Suharsono telah memperpanjang bilamana tanggap darurat Covid-19 sampai 31 Agustus mendatang dengan alasan bersisa beraksi penularan Covid-19 di Bantul.

Yus memerintah Kebun Buah Mangunan akan buka rujuk setelah bilamana tanggap darurat yang ditetapkan Bupati beres. Saat ini pihaknya memanfaatkan bilamana tanggap darurat ini untuk pemeliharaan tanaman butir di kaum berpiknik dengan pemandangan hamparan tersingkap semenjak ketinggian tersebut.

Saat ini ada sekitar 700an pohon durian di Kebun Buah Mangunan yang berprofesi ikonnya sebu perawatan. Selain itu ada beberapa jenis butir serupa klengkeng, jambu, sirsak, rambutan, dan mangga. Namun butir durian tidak bisa dinikmati setiap bulan melainkan hanya saat-saat tertentu serupa pada Oktober, November, dan Desember.

Sebanyak 30 petugas yang ditempatkan di Kebun Buah Mangunan, omongan Yus, juga meninggalkanbekas²jejaknlurus berkata serupa normal mengamalkan perawatan tanaman. “Ada wisatawan atau tidak petugas tetap bekerja merawat tanaman. Yang mengelola wisata kan ada sendiri Pokdarwis,” ucap Yus.

Sebelumnya Yus juga memerintah perlunya inovasi di Kebun Buah Mangunan berkah tren kunjungan wisatawan ke incaran berpiknik tersebut berpindah semenjak tahun ke tahun. Dalam catatan DP2KP Bantul pengunjung Kebun Buah Mangunan pada 2019 lalu sebanyak 274.193 kasta. Sementata 2018 lalu sebanyak 339.510 kasta.

Dengan berkurangnya pengunjung juga berbenturan pada pengurangan pendapatan tulen golongan semenjak Kebun Buah Mangunan. Dari incaran Rp2, 1 miliar PAD pada 2019 lalu yang teercapai kurang semenjak Rp2 miliar.

Belum Siap

Sekretaris Desa Mangunan, Dwi Eko Susanto memerintah tidak hanya Kebun Buah Mangunan yang belum buka. Namun incaran berpiknik yang dikelola desa dan masyarakat di Mangunan juga banter belum buka, di antaranya adalah Watu Goyang, Watu Mabur, dan Goa Gajah, Watu Lawang, dan Jurang Tembelan.

Menurut dia, Pemdes dan masyarakat belum segeh menerima kunjungan wisatawan berkah bersisa bilamana tanggap darurat Covid-19. Selain itu sarana dan prasarana protokol kesehatan juga belum tersedia sehingga waktu dibuka dikhawatirkan beraksi penularan Covid-19. “Jadi kami belum berani buka,” omongan dia.

Berbeda dengan Puncak Becici, Pengger, Pinus Sari, dan Seribu Batu yang khatam buka di bilamana adaptasi kebiasaan junior ini sejak 22 Juli lalu. “Itu kan jadi destinasi percontohan di masa new normal dari Dinas Pariwisata DIY jadi sarana dan protokol kesehatannya juga sudah siap karena jadi percontohan,” omongan dia.

Kendati demikian, Dwi memerintah Pemdes akan lekas mengumpulkan sejumlah pengelola berpiknik berkaitan kesiapan di bilamana new naif ini. Ia mengakui khatam sungguh bertuah objekw siata beredel selama bilamana pandemi ini. “Walaupun di Desa Mangunan sebenarnya belum ada yang positif Covid dari awal sampai sekarang. Tapi kalau terlalu banyak wisatawan yang datang juga khawatir juga ada penularan,” ucap Dwi.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *