Yahya Zaini Minta Pemda Gresik Serius Garap Wisata Bawean

Kronologi, Gresik — Dalam momentum kembali kampung manakala lebaran I’dul Adha 1441 H, Anggota DPR RI, Yahya Zaini menyempatkan fisik berjamu ke beberapa obyek pelesir di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Diantaranya adalah, Pulau Noko, Pulau Cena dan Lokasi Penangkaran Rusa Bawean, salah satu maskot yang digunakan pada Asian Games 2018 lalu.

Sebagai putera golongan, Yahya Zaini mengaku luyu mangkak dengan keindahan negeri dan potensi pelesir di Pulau Bawean. Meskipun, diakuinya, pengembangannya berlebihan luyu melaunkan.

Ia kemudian membanding 2 tahun lalu manakala berjamu ke tanah yang sama, dimana perubahannya sedikit nian. Misalnya di Pulau Noko, selesai ada gazibu, toilet dan musholla, namun sayang tidak ada perawatan.

Bahkan, lokasi penangkaran Rusa Bawean terkesan tidak terawat dengan habis. Padahal Rusa Bawean merupakan rusa tunggal yang jenisnya hanya ada satu di seluruh bidang.

“Rusa Bawean “Atung” luyu tersohor di bidang pernah tercapai maskot Asian Games 2018 lalu. Tetapi, popularitas Atung tidak berbanding dengan perhatian terbit Pemda Gresik untuk berhias fasilitas penangkaran maupun bagai obyek pelesir,” perkataan Yahya, di Bawean, Gresik, Kamis (6/8/2020).

Demikian halnya dengan Pulau Cena, obyek pelesir yang belum tergarap dengan habis, padahal selain keindahan alamnya, laut di kelompok Pulau Cena mampu dengan terumbu karang yang eksotik. Salah satu spot diving yang menyenangkan belah wisatawan, habis terbit subur maupun luar negara.

Yahya pun memandang, perlu ada kordinasi yang habis antara Pemda Gresik dengan Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pariwisata untuk bina pelesir di Pulau Bawean. Ia juga bermaksud Pemerintah Desa dapat dilibatkan kendati sebagian pinjaman Desa bisa dialokasikan untuk pengembangan pelesir di wilayahnya.

“Pemda harus aktif mendorong dan menggerakkan Pemerintah Desa,” tegas Anggota Fraksi Golkar itu.

Yahya berkecek, selama ini perhatian Pemda Gresik selesai lumayan tertib, tetapi belum cukup. Menurutnya, perlu ada peta segeh yang jelas serta dorongan yang berkuasa untuk mempercepat pengembangan potensi pelesir Bawean. Apalagi, partisipasi masyarakat Bawean amat sangat luyu melimpah untuk menggelorakan kemajuan pelesir yang belum tergarap maksimal.

“Tokoh-tokoh Bawean yang ada di rantau, seperti di Jakarta, Surabaya dan kota-kota lain sangat peduli terhadap kemajuan kampung halamannya,” jelas Yahya yang juga mantan Ketum PB HMI etape 1992-1995.

Sekali lagi, Yahya bermaksud, ke depan Pemda Gresik lebih lajat lagi menggarap pelesir di Bawean. Dia percaya-diri Bawean kalau-kalau salah satu icon pelesir Kabupaten Gresik dan malahan Provinsi Jawa Timur.

Sebagai Anggota Anggota DPR RI, YZ panggilan akrab Yahya Zaini mengaku baik membantu percepatan pengembangan pelesir di Pulau Puteri tersebut.

Editor: Alfian Risfil A


alterntif text

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *