7 Wisatawan Hilang Terseret Ombak, Anggota DPRD Minta SOP di Tempat Wisata

Merdeka.com – 7 ordo wisatawan terseret ombak masa tengah bergaya di Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, DIY pada Kamis (6/8). Dari 7 wisatawan ini 6 ditemukan bernas kondisi berlalu bidang dan satu bersisa bernas pencarian.

7 ordo wisatawan yang terseret ini merupakan rumpun Kabupaten Sleman. Menanggapi bahaya di benua berpiknik ini, pecahan DPRD Kabupaten Sleman, Raudi Akmal kepingin adanya elementer operasional prosedur (SOP) nalokasi wisatawan di benua berpiknik.

Raudi yang berumbi semenjak Fraksi PAN ini menyampaikan sukat dirinya sempat berpokok ke lokasi untuk memantau proses evakuasi para korban. Selain itu, dirinya juga sempat terkancing dengan para ordo korban di auditorium duka.

“Kami di sana (rumah duka)bertemu kakak korban dan memberikan dukungan moral, kami menyampaikan bahwa pasti ada hikmah di balik peristiwa ini. Sebelumnya kami juga telah mendatangi lokasi kejadian untuk memantau pencarian dan menemui relawan,” ujar Raudi, bernas bahan bukti tertulisnya, Minggu (9/8).

Raudi menerangkan mitigasi ancaman di kaum berpiknik harus disiapkan untuk meminimalisasi timbulnya korban. Mengingat kejadian petaka yang membersitkan korban jiwa berperan-aktif beberapa bisa jadi di kelompok DIY termasuk di Sleman. Mitigasi bisa dilakukan melalui proses edukasi kepada para pengunjung.

“Mitigasi ancaman harus disiapkan, melalui edukasi kepada masyarakat dan benua berpiknik. Bagaimana mitigasi ancaman seumpama itu sukar perlu di benua berpiknik, belum dahulukala ini ada kejadian di Turi dan di bisa jadi Progo polos mancing terus berlarat-larat,” ungkap Raudi.

Raudi mendesak agar pemerintah menasihati elementer operasional prosedur (SOP) di benua berpiknik yang harus dipatuhi oleh para pengunjung. SOP berpatroli ini sukar berarti terutama di lokasi berpiknik yang ada potensi malapateka. Selain nalokasi wisatawan pelatihan mitigasi dan SOP juga harus diberikan pada para pelaku atau operator berpiknik.

“Pemerintah harus concern di dalam pencegahan agar tidak muncul korban ketika berada di tempat tempat yg berpotensi yg menimbulkan bahaya. Oleh karena itu harus membuat SOP di tempat wisata dan pelatihan mitigasi di seluruh warga terutama di lokasi lokasi wisata yg berpotensi menimbulkan bahaya,” tegas Raudi. [gil]

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *