Dibuka! Museum Underwater Ala Kota yang Hilang di Film Atlantis

Townsville

Museum of Underwater Art yang memiliki koleksi penjaga karang bertingkah laku patung di bawah laut di Great Barrier Reef resmi dibuka. Traveler diajak merasakan suasana seolah-olah di gambar hidup Atlantis, kota yang binasa.

Dikutip terbit Channel News Asia oleh detikTravel, Minggu (9/8/2020) Museum of Underwater Art (MOUA) disebut rupa penemuan inovatif seni, sains, budaya dan konservasi. Museum itu instalasi karya seorang pematung bawah laut tersohor, Jason deCaires Taylor.

Lokasi museum underwater itu berperan di sektor tengah Great Barrier Reef, bendel terumbu karang terbesar di faktor, yang telah terdaftar rupa warisan faktor di ayun pantai Townsville, Australia. Awalnya museum itu rencananya dibuka pada Juni 2020, namun akibat pandemi Corona, museum bawah laut ini dibuka pada 1 Agustus.




[Gambas:Instagram]

Rencananya kecambah ada 20 karya seni yang terbuat terbit baja senang berlumut dan pasir khusus di angka John Brewer Reef, sebelah utara tanahraya sektor Queensland itu. Patung-patung di bawah laut itu dipasang di kedalaman 18 meter ke bawah, tingginya bisa mencapai sembilan setengah meter dan beratnya lebih terbit 160 ton.

Pemasangan patung di Museum of Underwater Art itu telah dipasang, termasuk Ocean Siren di The Strand and Coral Greenhouse di John Brewer Reef, Great Barrier Reef Marine Park. Pemasangan instalasi jilid kedua direncanakan untuk Pulau Palm dan Magnetic.

Patung Ocean Siren itu mengambil model Takoda Johnson, gadis berumur 12 tahun yang beranak terbit warga Aborigin, Wulgurukaraba. Patung itu dipasang di samping kotapelabuhan ikonis Townsville dengan visi menginspirasi generasi muda untuk mengerjakan konservasi terumbu dan lautan sehingga mencapai hasil yang positif.

Menurut ABC News, Jason bilang berguna untuk memasukkan generasi muda penuh proyek patung di Museum of Underwater Art itu. Dia mendikte anak-anak seusianyalah yang beroperasi menggembala laut.

[Gambas:Instagram]

“Gagasan untuk membentuk generasi muda adalah bahwa anak-anak ini akan menjadi penjaga karang,” perundingan Jason.

Dibukanya museum bawah laut ini untuk memberikan pembelajaran paruh wisatawan akan pentingnya menggembala dan merawat terumbu karang.

“Kami berharap dapat memajukan pendidikan dan menawarkan kesempatan bagi para ilmuwan, mahasiswa kelautan dan wisatawan untuk terlibat dalam pembelajaran berbasis tindakan dan untuk melakukan penelitian yang penting secara global mengenai pemulihan terumbu karang dan teknologi baru,” dia menambahkan.

[Gambas:Instagram]

Traveler bisa turut pengalaman menyelam dan snorkeling bani faktor yang mengajak untuk menjelajahi kerangka kantor kaca stainless steel sembilan meter dengan 20 patung di bawah laut rupa penjaga karang itu.

“Coral Greenhouse telah menghabiskan lebih dari sembilan bulan waktu fabrikasi (pembentukan). Ini adalah karya pertama saya yang mengintegrasikan elemen mengambang ke dalam karya desain. Ini juga pertama kalinya saya menggabungkan teknologi dan pengembangbiakan karang di bagian yang sama,” perundingan Jason.

Simak Video “Sekolah Laskar Pelangi, Belitung Timur
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)




Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *