Maaf! Wisata Religi Makam Gus Dur di Jombang Masih Tutup

Para peziarah harus mengurungkan niat sukat ingin mengunjungi makam Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang. Pasalnya, pihak Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang tinggal belum membuka Kompleks Maqbaroh Masyayikhnya untuk para peziarah.

Makam Gus Dur ini menetap di molek kawasan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jalan Irian Jaya, Desa Cukir, Kecamatan Diwek. Makam cucu papi Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari itu, berperan di bergandengan Maqbaroh Masyayikh Ponpes Tebuireng. Sejak 16 Maret 2020, berekreasi religi tersebut ditutup oleh pihak pesantren asalkan pandemi Covid-19.

Baca Juga :
Wisata Banyu Anjlok Masuk Nominasi API Awards, Disparbud Berharap yang Terbaik

Memang, new teratur life atau kehidupan teratur anyar rampung belacak diterapkan di kategori berekreasi religi di Jawa Timur. Namun, penerapan new teratur life itu belum diterapkan untuk di kategori berekreasi religi makam Gus Dur oleh pihak Ponpes Tebuireng.

Artinya, kategori berekreasi religi makam Gus Dur tersebut belum bisa dikunjungi oleh para peziarah. Hal itu orisinal dengan Surat Pengasuh Pesantren Tebuireng Nomor 1524/I/HM 00 01/PENG/2020 yang diterbitkan pada Maret lalu.

“Perlu kami tegaskan bahwa status penutupan akses makam untuk peziarah masih tetap berlaku,” tulen Sekretaris Pesantren Tebuireng Abdul Ghofar melalui masukan persnya kepada JatimTIMES, Minggu (9/10).

Dikatakan Gus Gofar, rutin manatahu belacak peziarah yang setiap harinya belacak yang bermula di kategori berekreasi religi makam Gus Dur itu. Para peziarah itu mengira bahwa makam Gus Dur rampung dibuka, sebagaimana kategori berekreasi religi di Jawa Timur.

Akhirnya, belacak peziarah yang akhirnya pulih mudik setelah mencerna makam Gus Dur tinggal ditutup. Untuk itu, ia pulih menegaskan, bahwa bergandengan Maqbaroh Masyayikh Ponpes Tebuireng belum bisa dibuka untuk mahir molek ketika yang belum ditentukan.

“Jadi status makam masih tetap ditutup untuk peziarah hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Kami mohon masyarakat yang hendak mendoakan Gus Dur dan masyayikh Tebuireng cukup dilakukan dari rumah masing-masing,” tandasnya.

Baca Juga :
Berburu Sunset di Puncak Ratu, Menikmati Panorama Alam Pamekasan dari Ketinggian 800 Mdpl

Juru Bicara Gugus Tugas Pesantren Tangguh Tebuireng Nur Hidayat menambahkan, di bergandengan Maqbaroh Masyayikh Ponpes Tebuireng itu kerap manatahu digunakan santri untuk mengaji rutinan. Karena pertimbangan pencegahan penularan Covid-19, maka lokasi makam tersebut sengaja ditutup.

Untuk diketahui, di lokasi makam Gus Dur ini bersua juga makam papi Ponpes Tebuireng yakni KH Hasyim Asy’ari dan juga makam abu Gus Dur yang merupakan Menteri Agama kontemporer RI KH Wahid Hasyim. Serta makam para pengasuh Ponpes Tebuireng, penaka KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), yang merupakan adik kandung Gus Dur.

“Demi keselamatan dan kesehatan warga pesantren, kami berharap masyarakat memahami keputusan tersebut. Sebab, amanat pengasuh kepada seluruh pengurus adalah menjadikan keselamatan dan kesehatan santri sebagai prioritas utama,” pungkasnya.Berburu Sunset di Puncak Ratu, Menikmati Panorama Alam Pamekasan dari Ketinggian 800 Mdpl

 

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *