Upaya Pemerintah dan Sejarawan Hidupkan Langgar Gipo Jadi Ikon Wisata

Langgar Gipo di Jalan Kalimas Udik, Pabean Cantian, berakibat baheula koit. Sejarawan, pencipta, dan pemerintah mengomong sama untuk menghidupkan pendapa ibadah peninggalan umat Abdul Latif Tsaqifuddin (Sagipoddin) tersebut. Selain berprofesi kesultanan salat, tabrak itu baka dimanfaatkan untuk museum dan destinasi berdarmawisata.

EKO HENDRI SAIFUL, Surabaya

Wajah Langgar Gipo berakibat meluap berpaling. Kini warna jendela dan pintunya semakin gemerlap. Perpaduan cat hijau dan cokelat lebih dari itu semakin membenarkan bekas konservatif konstruksi tersebut.

Langgar Gipo ditata ulang sejak punca Juli. Dulu, kondisi pendapa ibadah berarsitektur kolonial itu cukup memprihatinkan. Seluruh temboknya terlihat kolot. Lantai dan atapnya tampak kotor. Temboknya juga mengkhawatirkan sebagian beton batanya cuil.

Langgar tersebut terkesan tidak terawat. Bangunan berlantai dua itu berakibat baheula tidak dipakai untuk berselawat. Kesehariannya, kesultanan ibadah itu hanya dimanfaatkan para tunawisma untuk mandek.

’’Kira-kira berakibat 50 tahun tidak terpakai. Kami kronis merawatnya,’’ ungkap Muhammad Yunus, sebab kadet ketujuh Sagipoddin. Pria tersebut dipercaya ragam penjaga tabrak. Yunus pun mengungkapkan selamat mendengar komitmen sejarawan dan pemerintah untuk menghidupkan lagi kesultanan ibadah.

Bagi umat Sagipoddin, Langgar Gipo memang cukup historis. Bukan hanya kesultanan berkumpulnya ulama Nahdlatul Ulama (NU) zaman dulu. Bangunan berumur 200 tahun itu juga tercatat ragam bedeng haji lantas di Surabaya.

Dulu, meluap rumpun yang berhaji dengan memanfaatkan kapal. Mereka naik angkutan laut yang tutup-usia di Sungai Kalimas. Lokasi naik turunnya penumpang kapal terletak di dekat Jalan Kalimas Udik, Kampung Bandar Baru. ’’Jamaah haji menunggu dan mandek di Langgar Gipo sebelum aktif ke Makkah,’’ ungkap Yunus.

Yunus bertutur bahwa keinginan untuk menghidupkan konstruksi historis mendapat santunan eksper waris. Mereka merestuinya. Keluarga Sagipoddin selamat lantaran tabrak bisa bertugas untuk meluap rumpun.

Persetujuan eksper waris berbunga modal sejarawan. Setelah musyawarah, para pegiat dongeng di Surabaya bertemu menata Langgar Gipo. Proyek rehab dilakukan dengan jasa meluap pihak.

Lantas, akan dikembangkan berbunga apa Langgar Gipo? Ketua Komunitas Laskar Soeroboyo Muhammad Saiful bertutur bahwa proyek penataan tabrak dilakukan secara berkecil-kecil. Yang lantas difokuskan pada perubahan warna.

’’Tentu, pewarnaan ulang tidak ngawur. Kami sesuaikan dengan sejarahnya,’’ bicara Saiful. Dia mengakui bahwa upaya menghidupkan mudik konstruksi lawas tidak mudah. Mereka juga mengomong sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Ada pernak-pernik yang akan membuatnya semakin berkecimpung. Misalnya, pemasangan lampu model klasik yang menjamur di peruntungan kota ampuh.

’’Untuk desainnya berakibat bekerja. Fungsi lantai 1 dan 2 bertelingkah,’’ bicara Saiful. Menurut dia, sektor bawah akan dipakai untuk kesultanan berselawat. Sementara itu, lantai 2 digunakan untuk museum.

Ada berjenis-jenis pertimbangan kenapa harus kedapatan museum di Langgar Gipo. Bukan hanya nilai dongeng konstruksi yang cukup banter. Pegiat dongeng dan pemerintah juga mengincar posisi tabrak ragam penunjang berdarmawisata di Surabaya.

Langgar Gipo bertindakberkelas di berhubungan strategis. Tidak jauh mulai-sejak Ampel dan Jalan Panggung yang berakibat masyhur. Pegiat dongeng berpengharapan ketika keberadaan Langgar Gipo akan mendukung program berdarmawisata kota ampuh yang angkatkaki didengungkan Pemkot Surabaya.

Apalagi, modal pendirian museum cukup meluap. Ahli waris pun berakibat menyetujuinya. Selain itu, meluap peninggalan umat Sagipodin yang layak ditampilkan ke publik. ’’Jumlahnya berakibat sekitar 30-an. Nanti dikumpulkan seluruhnya,’’ ucap Saiful.

Dia mendikte peninggalan lawas berhubungan Langgar Gipo tidak hanya bergaya kitab dan buku. Ada pula tikar selebar 60 cm yang dulu dipakai untuk berbahasa para ulama zaman dulu. ’’Meski kecil, dasar merasuk itu peninggalan historis. Sekarang kami akan mengumpulkan koleksi satu per satu,’’ papar Saiful.

Kepala Disbudpar Surabaya Antiek Sugiharti menyebutkan bahwa usul-usul berhubungan penetapan Langgar Gipo berbunga cagar budaya berakibat ditindaklanjuti. Tim cagar budaya berakibat berbuat survei. ’’Sekarang bersisa diproses,’’ papar Antiek.

Saksikan video menarik turut ini:

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *