Pemerintah Akan Wajibkan Sertifikat Halal Produk UMKM di Lokasi Wisata

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah kausa mewajibkan sertifikasi halal potong produk-produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) beradat makanan, oleh-oleh dan kosmetik pada lokasi berpelesir di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat industri pariwisata yang sempat mangkat suri terpukul pandemi virus corona atau Covid-19.

Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Victoria Simanungkalit bercerita, kewajiban sertifikasi perlu dilakukan untuk meyakinkan turis di waktu pandemi. Untuk memastikan sertifikasi, pemerintah juga akan berbuat pendampingan dan mengevaluasi proses produksi.

“Kita bisa mengundang turis yang memang sangat perduli terhadap kesehatan agar tetap datang berwisata,” perkataan Victoria bermakna webinar bersusun ‘Gotong Royong Jaga UMKM Indonesia’ yang diselenggarakan Katadata.co.id, Selasa (11/8).

Menurutnya untuk memelihara produksi tepat dengan ketentuan, pihaknya akan mengomong sama dengan Kementerian Agama (Kemenag). Bahkan patokan produk UMKM akan terus ditingkatkan tepat dengan standar-standar tanah lain laksana Malaysia dan tanah golongan Timur Tengah.

Upaya itu dilakukan agar produk-produk UMKM memiliki kualitas yang diakui sisi internasional, sehingga potensi ekspor semakin bertumbuh.

“Kami akan menggelorakan pengembangan butir bergandengan atau balairung produksi bergandengan agar standarnya produksi pecah UMKM memliki padanan,” ujarnya.

Victoria mangap pemerintah juga berjerihpayah memberikan merek dagang dan memupuk kemasan pada barang UMKM. Pasalnya, biarpun makanan yang diproduksi pinjaman mikro mengesankan, namun kemasan dan mereknya bertara bermusuhan sehingga minim daya tarik.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Home Care PT Unilever Indonesia Tbk Veronika Utami bercerita, pihaknya pun berikatjanji untuk memberikan usaha terhadap daya saing UMKM di Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan potong pelaku UMKM yang memiliki semangat untuk memperbaiki pinjaman yang melebar. Nantinya, pelaku pinjaman pecah kalangan wanita akan mendapatkan belah pelatihan lebih jumlah dibandingkan pelaku pinjaman pecah kalangan pria.

“Kebanyakan perempuan terhalang oleh pola pikir untuk memulai usaha, itu yang ingin kami putus,” perkataan Veronika.

Seperti diketahui, pemerintah telah membuka lokasi berpelesir sejak akhir Juli 2020 secara irit untuk wisatawan domestik. Sedangkan untuk wisatawan asing rencananya akan pulang dibuka terbang pertengahan September 2020.

Berdasarkan catatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), industri pariwisata nasional diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 85 triliun sejak penyebaran Covid-19. Hal itu berperan-aktif berkat pol kunjungan wisatawan asing ke destinasi berpelesir bermakna kontinen terus beringsut.

Okupansi hotel dan kafetaria pun melantai drastis sehingga sekitar 2.000 hotel dan 8.000 kafetaria di seluruh Indonesia menghentikan operasional bisnisnya.

Alhasil, selama stadium Januari-April 2020 kerugian untuk lingkungan perhotelan ditaksir mencapai Rp 30 triliun dan bisnis kafetaria sebesar Rp 40 triliun. Selain itu, kerugian berjangkit meluas maskapai penerbangan sebesar US$ 812 juta atau berbanding Rp 11,4 triliun dan operator piknik sebesar Rp 4 triliun.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *