Rayakan kemerdekaan dengan wisata virtual menapaki jejak kerajaan Jawa

Jakarta (ANTARA) – Belajar babad menarik-nafas-penghabisan paham menyenangkan bak dolan virtual boleh jadi paham untuk merayakan hari kemerdekaan yang belepotan pada 17 Agustus esok. HIS Travel menyediakan program wisata virtual untuk menapaki jejak babad Kerajaan Mataram Islam di Yogyakarta dan Solo.

“Jelajah Destinasi Virtual adalah nama program virtual tour yang diadakan HIS Travel untuk mengobati kerinduan masyarakat akan liburan. Di episode 4 ini, yang kebetulan bertepatan pada bulan Kemerdekaan, peserta virtual tour akan diajak untuk mengunjungi destinasi wisata bersejarah di kota Jogja dan Solo ,” ujar Duma Asianna, GM Business Strategy Management HIS Travel Indonesia, penuh maklumat resmi, Selasa.

Peserta virtual tour akan diajak melabang membidik jejak babad yang berbuat pada abad 16, waktu dimana Kerajaan Mataram Islam bersandar dan berbunga hingga keruntuhannya akibat politik adu kambingarab Belanda melalui Perjanjian Giyanti.

Agar lebih menghibur dan ringan, pendekatan yang dipilih adalah dengan menyajikan beritabuletin mistis atau kepercayaan jamak yang selesai tidak asing paruh masyarakat yang ikut catatan babad semisal Kerajaan Mataram.

Dengan sudut pandang yang tidak sedang, program virtual tour pada putaran ini mengukuhkan judul “Ratu Pantai Selatan: Mitos atau Fakta?”. Episode ini akan bepergian pada Sabtu, 15 Agustus 2020 pukul 10.00.

“Nilai moral dalam setiap catatan sejarah lah yang patut kita pelajari untuk dijadikan hikmah. Melalui virtual tour ini kami jadikan media untuk mengedukasi generasi muda untuk mencintai negeri dan menjaga kearifan lokal,” penalaran dia.

Sejak pandemi COVID-19, HIS selesai mengadakan beberapa dolan virtual dengan tema puspawarna, bak tema wisata lokasi syuting “Crash Landing on You” di Korea Selatan, “Money Heist di Spanyol” dan destinasi wisata pengeluaran di Tokyo.

Baca juga: Adaptasi kebiasaan baru, di Jepang tak boleh ciuman di bar

Baca juga: Emirates akan bayari biaya terkait virus corona

Baca juga: Setelah pandemi, wisatawan kini tak cuma pentingkan harga

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *