Tumpahan Bahan Bakar Minyak di Mauritius Membahayakan Ekologi, Greenpeace: Berisiko bagi Ekonomi

MANTRA SUKABUMI – Bahan bakar yang tumpah mulai-sejak kapal curah Jepang yang tawar di terumbu karang di Mauritius dua minggu lalu menciptakan musibah ekologi, membahayakan karang, ikan, dan kehidupan laut lainnya di sekitar pulau Samudra Hindia, ncakap birokrat dan pemerhati keahlian.

MV Wakashio, milik Perusahaan Perkapalan Nagashiki, menyesah terumbu di pantai tenggara Mauritius pada 25 Juli.

Pada hari Kamis, pemerintah bertutur bagasi bakar sedap mulai-sejak celah di lambung kapal, dan Perdana Menteri Pravind Kumar Jugnauth menyatakan keadaan darurat keahlian, berkeinginan sumbangan internasional.

Baca Juga: Penyebar Video Asusila Anak di Bawah Umur, Polisi Sebut Tersangka Raup Keuntungan Hingga Rp4 Juta

Kelompok keahlian Greenpeace bertutur tumpahan itu kemungkinan munjung berprofesi salah satu krisis ekologi terburuk yang pernah dialami Mauritius.

“Ribuan spesies di sekitar laguna yang masih asli di Blue Bay, Pointe d’Esny dan Mahebourg berisiko tenggelam di lautan polusi, dengan konsekuensi mengerikan bagi ekonomi, ketahanan pangan, dan kesehatan Mauritius,” ncakap Greenpeace padat sebuah pernyataan njenis yang dikutip mantrasukabumi.com mulai-sejak Aljazeera pada Selasa, 11 Agustus 2020 pukul 11.33 WIB.


Prancis mengirimkan korps spesialis dan barang untuk membantu Mauritius menangani tumpahan minyak, ncakap Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Baca Juga: Tips Cepat mengisi Daya Ponsel dengan Mudah dan Sederhana

Perusahaan Perkapalan Nagashiki bertutur telah berikhtiar membebaskan kapal tanker itu, tetapi upaya itu terhambat oleh cuaca kurang ajar yang berlarut-larut.

Kapal tanker itu didasarkan pada apa yang oleh Kementerian Lingkungan Hidup digambarkan rupa zona sensitif, dengan bagasi bakar yang sedap yang membahayakan kehidupan laut yang heterogen yang menarik wisatawan mulai-sejak seluruh permukaan.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *