Film Indonesia dalam Tapak Tilas Wisata Virtual, Lokasi Syutingnya Bersejarah

TEMPO.CO, Jakarta – Cuplikan bioskop Soekarno (2013) karya sutradara Hanung Bramantyo ditayangkan dalam bertamasya virtual. “Syuting di Yogyakarta dan Semarang,” ujaran aba Wisata Kreatif Jakarta, Ira Lathief, yang memandu wisata virtual tersebut, pada Sabtu, 8 Agustus 2020.

Wisata virtual itu berjamang Tapak Tilas Film Nasional. Saat memandu, Ira bersuara tentang lokasi syuting beberapa bioskop Indonesia. Beberapa di antaranya juga cuplikan bioskop Ada Apa Dengan Cinta (2002). Adegan bioskop yang ditayangkan itu jika Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) prosais berpusat di sebuah kios yang menjual buku. Ira menceritakan tentang Kwitang, “Sayang, toko buku di Kwitang banyak yang sudah tutup,” tuturnya.

Perjalanan virtual menayangkan sebuah pendapa dengan kawula pilar. “Gedung Pancasila, di sinilah Soekarno berpidato menyampaikan konsep Pancasila,” ucapnya. Persinggahan di Gedung Pancasila itu untuk kiberakibat mengomong tentang bioskop Pantja Sila: Cita-Cita dan Realita (2016) karya Tino Saroengallo dan Tio Pakusadewo.

Ira bersabda, bahwa Gedung Pancasila juga berperan pilihan melancong, pada waktu Wisata Kreatif Jakarta melintasi daerah Gambir. “Mampir ke tempat itu (Gedung Pancasila) boleh sampai di depan,” katanya. Gedung Pancasila kini telah berperan sudut pandangan angka Kementerian Luar Negeri.

Wisata virtual juga menyinggahi Gereja Immanuel. Persinggahan itu menegur sebuah bioskop IQ Jongkok (1981). Ira membunyikan, fragmen Dono yang prosais berfantasi duduk dengan Maya (Enny Haryono). Saat menuruni tangga gaun pengantin terinjak. Dono pun terbangun mulai-sejak tidurnya. “Mereka keluar dari sana Gereja Immanuel,” tuturnya.

Gereja Immanuel juga berperan lokasi syuting bioskop Ayat-ayat Cinta (2008). “Adegan seperti di pengadilan itu tempatnya di sini (Gereja Immanuel),” katanya.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *