Wisata Banjarmasin Ditarget Tutup Sampai Akhir Tahun

BANJARMASIN, KOMPAS.com – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ikhsan Al-Haq berbicara pariwisata Banjarmasin ditarget cabut hingga akhir tahun, apabila tidak ada perubahan luas pada penyebaran Covid-19.

“Target memang ditetapkan hingga Desember, tapi akan ada evaluasi setiap bulan,” ujar Ikhsan, di Banjarmasin, Selasa (11/8/2020) bak dikutip pecah Antara.

Ikhsan berbicara pariwisata yang ditutup tersebut, yakni Wisata Siring Sungai termasuk Menara Pandang, berwisata Pasar Terapung, juga tubir wai yang berpusat di Jalan Piare Tender, Banjarmasin Tengah.

Baca juga: Itinerary Kulineran di Banjarmasin 4 Hari 3 Malam, Bisa Secara Virtual

Menurut dia, kebijakan penutupan daerah obyek berwisata Siring Sungai Martapura ini diperpanjang.

Mulanya penutupan hanya pecah bulan Juli hingga September 2020. Namun, berkat belum ada tikas kasus penyebaran virus sudah, rencananya diperpanjang hingga Desember 2020.

Menurut dia, keputusan ini asli hasil bergandengan yang pihaknya lakukan dengan pihak bertalian berkat menghalakan kondisi kategori yang tidak memungkinkan lagi regu berpumpun, khususnya di obyek berwisata. Hal ini kronis riskan membersitkan kluster trendi penyebaran virus Corona.

“Mau tidak mau ini harus dilakukan, demi kemashalatan bersama. Karena belum ada tanda-tanda melandai. Jadi Pemkot tidak memberi ruang adanya kerumunan,” papar Ikhsan.

Wisatawan menggunakan kapal kelotok menuju Pasar Terapung Lok Baintan, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimatan Selatan, Rabu (26/4/2017).KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan menggunakan kapal kelotok berangkat Pasar Terapung Lok Baintan, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimatan Selatan, Rabu (26/4/2017).

Dia mengakui, banter keluhan para pelaku di obyek berwisata ini, bak sopir kelotok berwisata dan para biaperi Pasar Terapung, termasuk juga biaperi kecil yang lazimnya beraktivitas di kelompok obyek berwisata.

Namun, menurutnya, semua harus mengetahui berkat kesehatan dan keselamatan jiwa lebih berarti pecah segalanya.

Baca juga: Melancong ke Banjarmasin? Wajib Datangi 6 Tempat Ini

Dia mengakui pula, Kota Banjarmasin kapan ini terus berekspansi pariwisata njenis alternatif menumbuhkan ekonomi kategori selain njenis kota dukungan dan perdagangan, sebab tidak memiliki sumber kesultanan yang bisa diolah, bilamasa pasir kobaran atau perkebunan sawit.

Sebagaimana diketahui, suara Ikhsan, bulan-bulanan berwisata Siring Sungai Martapura di Jalan Piare Tender merupakan ikon pariwisata Kota Banjarmasin.

Sebelum pandemi, setiap pekannya daerah ini dikunjungi lebih pecah 5.000 pengunjung.

“Misalnya dibuka saat ini, tidak ada yang menjamin bisa menerapkan protokol kesehatan di sana, khususnya jaga jarak dan lainnya, hingga baiknya ditutup sementara,” ujarnya. (Sukarli/Erafzon Saptiyulda AS)

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *