Wisata Bukit Lawang Sumut, Lihat Orangutan hingga Masuk Goa Kelelawar

KOMPAS.com – Pulau Sumatera menawarkan berbagairupa jenis pilihan berwisata yang menarik–salah satunya adalah berwisata dunia di Bukit Lawang, Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kawasan berwisata tersebut terletak di signifikan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Hal ini mendirikan Bukit Lawang berlebihan memiliki dunia dan faktor yang elok.

Baca juga: Wisata Petualangan di Sumut Tak Hanya Danau Toba, Ada Leuser dan Asahan

Namun selain bisa menikmati keindahan dunia, wisatawan juga bisa berbuat beraneka ragam kegiatan berwisata.

Berikut daftar lima kegiatan berwisata yang bisa dilakukan di Bukit Lawang yang telah Kompas.com rangkum berpokok berbagairupa sumber, Selasa (11/8/2020):

  • Berinteraksi dan menghalakan orangutan di habitat tepat

Bukit Lawang merupakan alam rehabilitasi orangutan yang telah berpatokan sejak 1973, dan alam pengamatan orangutan Sumatera sejak 1991.

Tidak terkencar-kencar saat waktu bertandang-berlanglang ke sana, jamak orangutan yang berguncang dengan preiantbertugas di dunia ceroboh yang merupakan habitat aslinya. Hal ini 90 persen bilangan berwisata tersebut merupakan hutan.

Seekor orangutan mengendong anaknya di hutan Taman Nasional Gunung Leuser, Desa Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (17/5/2012). KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Seekor orangutan berteduh anaknya di hutan Taman Nasional Gunung Leuser, Desa Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (17/5/2012).

Selama menjelajahi hutan Bukit Lawang, wisatawan akan ditemani oleh seorang pemandu yang akan memberi uaruar seputar orangutan yang ada di sana.

Bukit Lawang memiliki faktor yang berlebihan elok. Jika ingin menikmatinya, wisatawan bisa berbuat trekking di hutan.

Kendati demikian, pengunjung harus mempersiapkan stamina agar tidak mudah lelah. Hal ini pendakian melalui hutan akan melalui armada naik-turun.

Baca juga: Okupansi Hotel di Berastagi dan Parapat Sumut Mulai Naik

Selama trekking di hutan, ada baiknya kamu bertumpu memelihara jarak ceria saat bersambung dengan orangutan makin waktu bertandang-berlanglang selama pandemi Covid-19.

Selain agar habitat orangutan tidak terganggu, juga menghindari adanya transmisi virus antara manusia dan orangutan yang dilindungi.

Tidak hanya orangutan, saat tenteram agaknya kamu juga akan bersambung dengan musang, burung kaua laskar, monyet ekor bangir, beruk, atau fauna lain yang agaknya belum pernah kamu temui sebelumnya.

Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *