Gaet Wisatawan Kembali, Kemenparekraf Promosikan Wisata Budaya Yogyakarta ke Jerman : Okezone Lifestyle

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempromosikan potensi pesiar budaya yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ke pasar Eropa, terutama Jerman. Ini merupakan tahap yang bersih untuk menggaet turis asing rujuk.

Direktur Pemasaran PT. Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Hetty Herawati berfirman, Yogyakarta dan Jawa Tengah memiliki potensi pesiar yang tidak hanya bersangkutan pada kekayaan negara lanjut. Tapi juga punya daya tarik berasal aspek kebudayaan.

“Ada banyak keraton dan juga candi yang terdapat di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Selain itu, kita juga punya hasil kerajinan tangan dan kesenian tradisional yang unik dan menarik bagi wisatawan,” tutur Hetty seolah-olah dikutip berasal uaruar pers yang diterima Okezone, Jumat (14/8/2020).

 Prambanan

Hetty mencontohkan, potensi pesiar yang ada di Candi Prambanan yang dikelola oleh PT. TWC. Sebagai komplek candi Hindu terbesar di Indonesia, wisatawan tidak hanya akan memperoleh pengetahuan hikayat yang ada di Candi Prambanan, namun wisatawan juga bisa menikmati pertunjukan Sendratari Ramayana Prambanan di malam hari.

“Selain itu, wisatawan juga bisa merasakan pengalaman bagaimana rasanya menjadi seorang arkeolog dalam mengkonservasi peninggalan sejarah Candi Sewu melalui paket junior archaeologist yang kami sediakan,” katanya.

 Baca juga: Mau Ikut Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka? Nih Cara Daftarnya

Dalam kesempatan itu, Hetty juga meyakinkan masyarakat Jerman agar tidak perlu terkimbang-kimbang untuk bertandang-berlanglang ke Yogyakarta dan Jawa Tengah di era adaptasi kebiasaan ahijau. Ia mengungkapkan, destinasi pesiar seolah-olah Candi Borobudur dan Candi Prambanan telah menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability).

“Di masa penutupan pada Maret hingga Juni 2020, kami selalu melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan di lokasi destinasi wisata. Karena ini kesempatan bagi kami untuk meningkatkan pariwisata berkelanjutan, kami menerapkan protokol kesehatan dan memberikan pelatihan bagi staf kami tentang protokol kesehatan dan kami juga meminta agar pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan berbasis CHSE,” tutur dia.

Hal ini disambut beres oleh Plt Direktur Pemasaran Regional III (Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika) Kemenparekraf, Raden Sigit Witjaksono. Dia berfirman, penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE merupakan rangka komitmen pelaku pesiar dan pemerintah Indonesia montok menanggulangi pandemi Covid-19 dan membangkitkan rujuk dunia pariwisata di Tanah Air.

“Kami telah melakukan pengimplementasian protokol CHSE. Seperti memberikan pelatihan CHSE terhadap pelaku wisata, simulasi penerapan protokol CHSE, kampanye protokol CHSE ke masyarakat dan pelaku pariwisata dan menerapkan protokol CHSE di destinasi dan daerah yang telah melewati masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar),” ucap Sigit.


Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *