Pembukaan Objek Wisata Air Setengah Hati

Karanganyar, Gatra.com – Pemkab Karanganyar seakan setengah hati mengizinkan untuk membuka sasaran melancong dan olahraga air. Meski tak melarang aktivitas tersebut, namun tidak ada jaminan berlibur pecah penularan Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Karanganyar, Titis Sri Jawoto, berbicara pemkab belum menerbitkan fundamen resmi olahraga dan melancong wahana air. Jika bertapak pada surat edaran Kemenpora dan Permenkes 382 Tahun 2020, maka dua urusan itu tak dilarang. Berbagai syarat penyelenggaraannya wajib dipenuhi.

“Wisata air sudah boleh juga. Tapi ada ambang batas tertentu yang harus dipenuhi oleh pemilik lahan air atau kolam renang, yaitu kadar klorin dan pH airnya. Itu harus dipenuhi. Setiap akan buka harus dicantumkan kandungan air saat itu,” suaraTitis di kabin kerjanya, Kamis (13/8).

Di Karanganyar, terlaksana beberapa sasaran melancong wahana air, seakan-akan di Jumog dan Parangijo yang dimiliki BUMDes. Sedangkan pemerintah angka memiliki kolam renang Intanpari yang dikelola Perusahaan Daerah Aneka Usaha.

Titis berbicara, sengaja tak membahas mekanisme pembukaan sasaran melancong wahana air ke pengelolanya. Sebab, Pemkab Karanganyar mengaku belum sepenuhnya percaya-diri. Dibutuhkan penelitian lebih menghunjam berkaitan potensi penularan Covid-19 di media air kolam. Meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, belum ada kasus terpapar virus di kolam renang.

“Tak ada larangan asalkan penuhi protokol kesehatan di kolam renang. Tapi biarlah dulu tidak kami ekspose besar-besaran tentang panduan objek wisata air di masa new normal,” katanya.

Pemilik wahana melancong air disarankan berkoordinasi dengan Puskesmas setempat selama berkisah. Tujuannya, agar pengunjung langsung mendapat tindakan setelahitu bilamasa bangun pertanda sakit.

Sementara itu, molek misalnya dekat, Disparpora bersama-sama Satpol PP mengerjakan sidak penerapan protokol kesehatan ke hotel, gedung bersantap, dan sasaran melancong. Pengelola yang abai protokol kesehatan induk disanksi tegas.

Dirut Perusda Aneka Usaha, Sumadi, berbicara, pihaknya memilih belum membuka kolam renang Intanpari. Ia juga mengaku suram untuk membuka wahana edukasi dirgantara di nomor tersebut.

“Tiketnya itu masuk kolam renang. Wahana di sekitar situ bagian dari kolam renang. Jadi tidak bisa dibuka secara parsial tanpa mengubah perda untuk retribusi. Lebih baik tutup dulu, daripada nanti terjadi hal tidak diinginkan. Misalnya tertular Covid-19 di kolam renang,” katanya.


Reporter: Abdul Alim Muhamad Zamzami

Editor: Iwan Sutiawan


Source Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *